lenteraKalimantan.com, PELAIHARI – Pemkab Tala menerima penghargaan dari Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri. Melalui program National Urban Water Supply Projek (NUWSP), Rabu (25/10/2023).
Asisten II Setda Tala, Andris Evony saat dihubungi lenterakalimantan.com, menyampaikan, NUWSP merupakan program nasional untuk mendukung pembangunan penyediaan air minum di perkotaan, dengan pembiayaan investasi yang inovatif dan efektif.
Menurutnya, dengan dilaksanakan Lokakarya praktik baik peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan badan usaha milik daerah (BUMD ) yang bergerak dibidang usaha air minum.
Ia menambahkan, dalam mewujudkan pemenuhan akses layanan air minum di daerah, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, bekerja sama dengan pengelola program NUWSP.
“Pada lokakarya ini juga diberikan apresiasi kinerja pemda dan PDAM dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat di daerah masing-masing,”ujarnya.
Andris menjelaskan, Tanah Laut termasuk 3 terbaik dari 5 nominatif dengan kategori dukungan program dan anggaran yang memprioritaskan pemenuhan air minum daerah dan program NUWSP.
Sedangkan terbaik I Kabupaten Sikka Provinsi NTT, terbaik II Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur, kemudian Kota Sawahlunto dan Kota Bitung.
“Dengan adanya apresiasi ini akan menjadi indikasi bagi Pemkab Tala bahwa selaku regulator penanggung jawab penyediaan air bersih (urusan wajib dasar) telah menunjukan keseriusan yang kuat dalam upaya memenuhi ketersediaan dan kemudahan akses air bersih untuk masyarakat maupun dunia usaha,” ungkapnya.
“Baik yang dilaksanakan dengan skema pembiayaan APBD, Dana sharing bersama APBN maupun bantuan murni dari APBN,” tambahnya.
Ia menambahkan, dalam mewujudkan keseriusan pemenuhan akses air bersih masyarakat dan dunia usaha. Pemkab Tala Laut melalui PDAM PT Air Minum Berkah Banua sebagai operator kebijakan, juga berupaya terus menambah sambungan rumah (SR) air bersih, dengan menggencarkan pemasaran kepada masyarakat dan dunia usaha.
Serta mengadakan sumber air baku, mencarikan peluang-peluang pembiayaan sambungan rumah (SR) di luar APBD.












