lenterakalimantan.com, RANTAU – Main Support PT Bhumi Rantau Energi (BRE) Joko Bagiono menyebut sebanyak 25 anak dari 47 anak stunting di Kecamatan Lokpaikat telah lepas dari stunting.
Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan peninjauan dan audit Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 1,5 bulan oleh PT BRE bersama Puskesmas Lokpaikat.
Menurut Joko saat dirinya di Aula Puskesmas setempat, berdasarkan amanah Bupati Tapin dengan sisa waktu setengah tahun lagi diinginkan menuntaskan stunting di seluruh wilayah Kabupaten Tapin.
“PR kita tahun lalu angka stunting kita tersisa sebesar 13% angka stunting di Tapin, tahun ini akan kita tuntaskan dengan mencoba program yang lebih spesifik lagi khusus untuk Kecamatan Lokpaikat,” ucapnya saat berada di Aula Puskesmas Lokpaikat, Rabu (7/11/2023).
Menurut pihaknya, setelah dilakukan pendataan data pada 7 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Lokpaikat, terdapat 47 anak stunting yang telah dilakukan intervensi spesifik.
“Setelah 1,5 bulan kita lakukan intervensi, mulai dari persiapan dan pendataan dari rumah – kerumah, anak stunting serta sensus yang kita lakukan, ternyata terdapat anak yang mengalami stunting ada yang kategori berat, sedang dan ringan,” bebernya.
Oleh karenanya pihaknya melakukan tindakan dengan memberikan PMT sekaligus melakukan pengamatan langsung dari Kader Posyandu dengan memberikan bantuan susu dan vitamin.
Disebutkan juga, setelah dilakukan evaluasi dari program PMT yang diberikan, ada perkembangan sekitar 25 anak balita dari 47 anak yang mendekati lepas dari stunting.
Dan dari 25 anak yang lepas stunting, ditemukan sebanyak 16 balita lainnya masih dalam proses dan 6 anak lainnya yang diketahui mengalami kelainan khusus atau pembawaan dari lahir.
“6 anak ini yang menjadi PR kita, karena proses penyembuhan memerlukan waktu yang lama. Alhamdulillah, berkat doa kita bersama, dalam waktu 1,5 bulan kita bisa menuntaskan 25 anak balita stunting dan sudah turun statusnya menjadi lepas stunting,” ungkap Joko.
Diutarakan Joko Bagiono, anak – anak stunting lainnya sebelumnya telah diberikan susu formula yang rendah, karena ada anak yang mempunyai kelaian khusus.
“Akan coba kita edukasi dan kita tingkatkan dengan memberikan susu kalsium. Jadi ada 6 anak yang susunya akan kita ganti dengan susu kalsium yang formulanya lebih tinggi,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, dengan menurunnya stunting dan tidak ada lagi anak stunting di Kecamatan Lokpaikat, dari 25 anak yang telah lepas stunting akan tetap dipertahankan dan tidak naik lagi.
“Bagaimana pencegahan kedepan, program PMT ini akan menjadi rool model kita untuk penanganan stunting, agar tidak ada kenaikan kasus lagi dan kita harapkan Kabupaten Tapin zero stunting tahun ini,” paparnya.


