lenterakalimantan.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) bersama relawan pemadam kebakaran (Damkar) akhirnya bisa menyelenggarakan kembali apel siaga damkar setelah dua tahun tidak digelar karena pandemi, Jum’at (3/11/2023) di Stadion Mandingin Barabai.
Pada rangkaian acara itu Bupati Aulia Oktafiandi memimpin langsung pelaksanaan apel bersama Balakar 654 Murakata dan para relawan damkar lainnya. Lalu, ia juga menyerahkan bantuan dana hibah ke relawan damkar Balakar 654 Murakata sebesar Rp 1,5 miliar.
“Apel ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapsiagaan kita selaku relawan yang siap mencurahkan tenaga, pikiran, bahkan siap mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan masyarakat HST ketika dalam keadaan darurat, khususnya kebakaran,” kata Bupati Aulia.
Menurut Bupati disini kita tunjukkan bahwa relawan Balakar mampu dan siap memberikan yang terbaik ketika kita diperlukan oleh masyarakat. Maka dari itu Pemkab HST juga memberikan bantuan berupa dana hibah agar kita semua bisa melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing.
“Pada tahun 2021 lalu kami melaksanakan pemberian hibah di bawah Rp1 miliar kepada Balakar. Namun, pada tahun 2023 ini diberikan naik 50 persen, yakni Rp1,5 miliar,” paparnya.
Bupati Aulia menegaskan hal ini menunjukkan dedikasi dan perhatian Pemkab HST kepada semua relawan Balakar. Bahkan dalam komponen hibah itu, juga dimasukkan BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan saat bertugas.
“Mari sama-sama jaga rasa persaudaraan, jaga profesionalisme dengan cara terus meningkatkan kemampuan. Semoga dengan apa yang kita baktikan ini dinilai amal ibadah oleh Allah SWT,” harapnya.
Sementara, Sekretaris Balakar 654 Murakata H Hernadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab HST atas hibah dana yang begitu banyak diberikan. Karena, dana ini sangat bermanfaat untuk kegiatan operasional relawan Balakar di lapangan sewaktu bertugas.
“Didaftarkannya anggota Balakar ke BPJS Ketenagakerjaan ini juga sangat membantu,” jelasnya.
Untuk pembagian dana hibah ini berdasarkan usulan dan kebutuhan yang telah diusulkan BPK masing-masing ke Balakar yang saat itu masih beranggotakan 58 unit.


