lenterakalimantan,com, PELAIHARI – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Tanah Laut (Tala) mempunyai program Catur Cita dalam mendorong kemajuan sektor pertanian.
Empat elemen catur cita pertanian ini, memiliki makna filosofi programnya pertanian, menggabungkan bahasa Jawa dan Banjar, yaitu Tala Barasih, Tala Rapi, Tala Bungas dan Tala Sumringah.
Kepala Dinas Distanhorbun Tala Faried Widiatmoko mengatakan, Tala Barasih atau bokar bersih, berfokus pada olahan karet lebih berkualitas dan meningkatkan hasil petani karet lebih baik.
Lantaran faktor pengolahan karet kerap dituding sebagai penyebab kualitas karet masih rendah. Dengan menggunakan bahan baku standar cuka getah asap cair dapat menghasilkan karet lebih berkualitas.
“Kami berharap dengan Tala Barasih ini, harga karet lebih tinggi,” katanya, Kamis (23/11/2023).
Selanjutnya Tala Rapi atau sentra kopi Kata Faried, tanaman kopi sangat cocok dikembangkan di Kabupaten Tanah Laut sesuai dengan letak geografis memiliki peran sangat besar dalam citra rasa dan karakter iklimnya pas untuk tanaman kopi.
“Ke depan Kabupaten Tala, akan dijadikan salah satu pengembangan sentra kopi, yang ada di Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Selain itu, pengembangan tanaman kopi dapat menunjang pariwisata. Kopi dijadikan bahan oleh-oleh untuk wisatawan yang datang ke Tala, sebagai minuman khas daerah.
“Wisatawan yang datang ke Tala dapat mencicipi kopi dan kopi bisa juga dijadikan oleh-oleh khas daerah,” ujarnya.
Faried menambahkan, untuk program Tala Bungas, yaitu Tanah Laut lumbung beras, yakni meningkatkan produksi padi melalui strategi indek pertanaman maupun frekuensi tanam padi dalam satu tahun.
“Alhamdulilah tahun 2023 dari Kementan RI, akan memfasilitasi program peningkatan IP padi. Khusus lahan rawa dan akan dilaksanakan di akhir tahun,”jelasnya.
Selanjutnya Faried mengatakan, salah satu upaya peningkatan penanaman padi dalam satu tahun dua kali, bisa menggunakan varietas padi unggul.
“Kami akan mendorong petani, untuk menggunakan benih padi unggul dengan umur pendek kurang lebih 4 bulan dan genjah umur 90 hari. Namun, untuk saat ini sudah ada tiga varietas padi lokal umur pendek , Siam Lani, Siam Cantik dan Siam Madu,” tambahnya.
Menurut Faried, untuk program Tala Sumringah adalah Tanah Laut sentra unggulan bawang merah.
Selama 5 tahun terakhir ini, ada petani bawang merah sudah berhasil mengembangkan pertanian bawang merah ada di wilayah Dusun Jayau Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari.
“Keberhasilan Petani bawang merah bersumber dana dari pusat dan Provinsi Kalsel. Tahun 2023 alokasi kegiatan budidaya bawang merah cukup besar dengan luas lahan 27 hektar disebar di Desa Bumi Jaya, Desa Sumber Mulya, Kecamatan Takisung dan Kecamatan Panyipatan,” ungkapnya.
Faried berharap, penyebaran budidaya bawang merah bisa memberikan motivasi para petani menanam bawang merah.
Lima tahun kedepan, Kabupaten Tanah Laut menjadi salah satu penghasil bawang merah terbanyak sebagai sentra bawang merah di Kalsel. ADV


