lenterakalimantan.com, BANJAR – Menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 pemerintah melalui lembaga terkait minta untuk memastikan semua infrastruktur jalan, angkutan penumpang dan distribusi logistik berjalan lancar dan aman.
Kalimantan Selatan yang terdapat tiga koridor trans nasional Banjarmasin – Palangkaraya, Banjarmasin – Samarinda dan Banjarmasin – Sengayam Kotabaru di prediksi tidak mengalami lonjakan angkutan penumpang yang signifikan dibandingkan dengan daerah lainnya seperti Pulau Jawa dan Sumatra.
Lonjakan signifikan arus penumpang di Kalimantan Selatan dalam menghadapi liburan dan Nataru tahun 2023 dipridiksi akan terjadi di jalur wisata yaitu; Loksado Kab HSS dan Batakan Pelaihari Kab Tanah Laut. Demikian diungkapkan Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat BPTD Kelas II Provinsi Kalimantan Selatan Zulmardi saat ditemui lenterakalimantan.com diruang kerjanya, kemarin Selasa (28/11/2023).
Dikatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan dan instansi terkait lainnya telah melakukan pemetaan dan survey terhadap koridor jalur angkutan penumpang yang di prediksi mengalami peningkatan yang signifikan untuk memastikan infrastruktur di jalur tersebut layak dilalui sehingga semua berjalan lancar dan aman.
“Saya baru saja melepas lima pilar perhubungan sesuai dengan UU Angkutan Jalan antara lain ; Perhubungan, Kepolisian, PUPR, Kesehatan untuk melakukan pengecekan yang berpotensi mengalami peningkatan angkutan penumpang dalam menghadapi liburan dan Nataru 2023 di koridor jalur wisata Loksado dan Batakan. Kita akan selalu bersinergi dengan lima pilar perhubungan tersebut”. Pungkas Zulmardi.
Lebih jauh Zulmardi menjelaskan, meskipun ada peningkatan arus penumpang di tiga ruas jalan nasional Kalimantan Selatan, baik yang berada di koridor bagian Barat Kapuas – Palangkaraya, di bagian Utara menuju Banua Anam – Samarinda dan bagian Timur Batulicin – Kotabaru dipastikan masih berjalan lancar dan aman mengingat kapasitas penumpang selama ini baru 50-60% setiap keberangkatan Bus dari Terminal Barakat Gambut.
“Untuk arus mudik liburan dan Nataru di Kalimantan Selatan saya rasa tidak terlalu berpengaruh. Tapi kecenderungan masyarakat di daerah ini justru pariwisata. Oleh sebab itu koridor Loksado dan Batakan menjadi prioritas kita untuk diantisipasi”. Ujarnya.
Untuk menjamin pelayanan keselamatan penumpang agar supaya tetap aman dan berjalan lancar menurut Zulmardi, pihaknya telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan BNN untuk pemeriksaan kesehatan pengemudi baik saat keberangkatan Bus maupun setibanya di terminal kedatangan.
Terkait satuan pelayanan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) lanjut Zulmardi, BPTD Kelas II Provinsi Kalimantan Selatan saat ini memiliki empat titik pelayanan, yaitu ; Banjar Raya Banjarmasin, Aranio Kab. Banjar, Batulicin Tanah Bumbu dan Kotabaru. Dalam menghadapi liburan dan Nataru diprediksi penyeberangan Batulicin – Kotabaru juga tidak banyak berpengaruh. Kapal Fery yang melayani pelayaran Batulicin – Kotabaru atau sebaliknya dipastikan dapat berjalan lancar dan aman.
“Karena Batulicin – Kotabaru ini yang menghubungkan daratan pulau Kalimantan dan ini hanya merupakan penyeberangan lokal sehingga dari 11 kapal yang disiapkan kami rasa itu sudah cukup dan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat meskipun ada lonjakan angkutan penumpang”. Ujarnya.


