“Pembentukan kampung iklim tersebut dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan tujuan diberikan penghargaan proklim untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.”
lenterakalimantan.com, RANTAU – Demikian apa yang disampaikan Kepala Dinas Nordin MS usai menerima penghargaan proklim di Banjarmasin, baru – baru tadi.
Seperti yang diutarakan Nordin MS, program di dalam kampung iklim meliputi mitigasi dan adaptasi terhadap lingkungan, adapun bentuk kegiatannya adalah penanggulangan bencana, peningkatan pangan masyarakat di desa.
Kemudian ada pula energi terbarukan dan berbagai kegiatan lainnya untuk mendukung penurunanan emisi gas rumah kaca dalam upaya menurunkan pemanasan global.
“Oleh karena itu kita bangga pemerintah daerah Kabupaten Tapin mendapat penghargaan, sebagai pembina kampung iklim dan penghargaan kepada dua perusahaan sebagai mitra kampung iklim,” ucapnya.
Ia mengapresiasi dan mengucapkam selamat kepada PT BRE dan PT AGM yang telah mendapat penghargaan sebagai perusahaan mitra kampung iklim di daerahnya.
“Kita berharap dan menghimbau perusahaan – perusahaan, kedepannya untuk terus membina desa – desa sekitar guna mendorong terbentuknya kampung iklim di Kabupaten Tapin,” ujar Nordin kepada awak media.
Tak hanya PT AGM dan PT BRE, perusahaan lainnya pun diharapkan turut serta membina desa – desa sekitar perusahaannya, guna mendorong terbentuknya kampung iklim.
“Saat ini sudah ada 42 kampung iklim yang sudah terbentuk dan tersebar di sejumlah desa dan beberapa Kecamatan di Kabupaten Tapin. Oleh karena itu, kita mengajak kepada perusahaan – perusahaan lainnya untuk bisa ikut mewujudkan kampung iklim di kabupaten Tapin,” tambahnya.
Corporate Affairs Section Head PT BRE, Zukifli Muhtar, mengatakan saat ini sudah ada 12 desa yang dibina sejak tahun 2021.
“Alhamdulillah kita sudah mendapatkan 3 kali penghargaan kampung iklim. Target kedepan kita ingin mendapatkan penghargaan Proklim Lestari untuk Desa Bitahan Baru,” bebernya.
Pihaknya menambahkan, saat ini ada 11 desa yang telah dibina dan di tahun ke 3 ini telah mendapatkan penghargaan dari Gubernur Kalsel sebagai mitra kampung iklim.
“Dan mudah – mudahan kami bisa dapat penghargaan dari Kementrian dan penghargaan yang diraih masih kategori proklim utama, karena harus 2 tahun dulu pembinaan baru bisa maju lestari. Mudahan tahun depan sesuai rencana, salah satu desa binaan kami bisa dapat proklim lestari,” harapnya.


