lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Sesuai SOP yang berlaku upaya pencarian korban tenggelam di Muara Tabuneo dinyatakan ditutup Tim SAR Gabungan, usai dikabarkan adanya salah satu warga Desa Tabunganen, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala tenggelam pekan lalu.
Kepala kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin, Al Amrad, S.Sos mengungkapkan. Pada hari ke 7 proses pencarian korban atas nama Ibrani (50), tim SAR Gabungan memperluas penyisiran mencapai 40 Nautical Mile.
“Pencarian sempat dihentikan pada hari Jumat (19/1/2024) dan selanjutnya dilakukan pemantauan hari ini, Jumat (26/1/2024),” ungkapnya.
Tim SAR Gabungan telah berupaya optimal selama tujuh hari karena terkendala cuaca serta ombak yang kurang mendukung. Tim SAR terus melakukan penyisiran dengan mengacu SAR Map Prediction yaitu perkiraan pergerakan korban di tengah laut dengan mengacu kepada angin serta arus laut.
“Dengan pertimbangan bahwa operasi telah dilaksanakan selama 7 hari namun tidak ditemukan adanya tanda-tanda korban, maka operasi SAR dilanjutkan dengan pemantauan, tetapi kami tetap berupaya berkoordinasi terhadap kapal-kapal nelayan yang melintas apabila mendapati tanda-tanda korban segera melaporkan ke Tim SAR,” tambahnya.
Pihaknya juga menjelaskan sebagaimana hasil musyawarah pihak keluarga bahwa upaya pencarian korban sudah diupayakan semaksimal mungkin, namun tidak ada tanda keberadaan korban maka operasi SAR dinyatakan ditutup.
“Hasil musyawarah bersama keluarga korban dan unsur terkait bahwa upaya pencarian telah dimaksimalkan selama tujuh hari, dan sesuai prosedur Ops SAR maka dinyatakan ditutup. Namun apabila dikemudian hari terdapat informasi keberadaan korban, maka operasi SAR siap dibuka kembali,” jelasnya.


