lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Hingga kini pelaku pembuang bayi perempuan di kebun karet dan sawit di Desa Bingkulu, Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan
dikabarkan trauma.
Kepala Desa Bingkulu Fajar saat dihubungi lenteraKalimantan.com, beberapa waktu mengatakan, pelaku pembuang bayi di kebun karet merupakan ibunya sendiri dan itu sudah diakuinya pada saat dimintai keterangan oleh Polsek Tambang Ulang.
Fajar menambahkan, ibu bayi berinisial L (34) warga Desa setempat, setelah kejadian ia membuang bayinya masih terlihat trauma.
“Ibu bayi masih terlihat trauma dan tidak lagi bekerja menyadap karet,”ucapnya.
Menurut Fajar, sementara bayi perempuan dirawat oleh keluarga L terlihat sehat dan baik. Dikarenakan ibunya bayi tidak bisa mengurus masih shock.
“Sekarang ini bayi perempuan anak dari L , dalam keadaan sehat dan terawat,”katanya.
Dikabarkan sebelumnya, bayi perempuan ditemukan dibawah pohon sawit perkebunan karet dan sawit. Orang yang pertama menemukan bayi adalah L.
Dari hasil penyelidikan Polsek Tambang Ulang, pembuangan bayi perempuan tersebut direkayasa oleh L seolah -olah ada yang membuang. Ternyata bayi perempuan tersebut adalah anaknya sendiri.


