lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Kurang lebih lima jam, proses pencarian seorang pemancing yang diduga tenggelam akhirnya ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Sabtu (6/1/2024).
Kasi Humas Polres Banjar, AKP H. Suwarji saat dihubungi media lenterakalimantan.com, menuturkan kronologis peristiwa yang merenggut nyawa Rizaldi (27) di Waduk Sungai Aranio.
“Dari identitas, korban atas nama Ahmad Rizaldi Nur Ihsan (27) yang merupakan warga Desa Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar,” tutur H. Suwarji kepada media ini, Minggu (7/1/2024) pukul 00.08 Wita.

Humas Polres Banjar saat menceritakan kronologis kejadian yang diperolehnya melalui saudara Rohib selaku pemilik perahu ces.
“Pada hari sabtu pukul 07.30 Wita, korban meminta tolong kepada Rohib untuk diantarkan berangkat memancing menggunakan perahu ces miliknya yang menuju ke Waduk Riam Kanan tepatnya di Pinus Satu Desa Tiwingan Lama,” ucap Kasi Humas Polres Banjar.
Kemudian sekitar pukul 17.30 Wita, Rohib berangkat untuk menjemput Rizaldi. Namun ia tidak menemukan, yang terdapat dilokasi hanyalah sebuah keranjang ikan beserta alat pancing milik Rizaldi.
“Saat mendapatkan informasi, Polsek Aranio yang dipimpin Ipda Cucu Ariawan langsung menuju lokasi. Sesampainya dilokasi kejadian, Ipda Cucu Ariawan yang melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk melakukan proses pencarian bersama relawan gabungan,” tambah H. Suwarji.
Saat proses pencarian, akhirnya jasad Rizaldi ditemukan sekitar pukul 08.00 meninggal dunia dalam posisi tertelungkup mengenakan baju berwarna biru dan celana jenis jeans .
“Alhamdulillah untuk korban sudah ditemukan. Namun sudah dalam keadaan meninggal dunia. Setelah di temukan Ipda Cucu Ariawan langsung menghubungi pihak keluarga dan meminta untuk segera di bawa menuju ke rumah duka di Desa Mandiangin Timur,” jelas Humas Polres Banjar itu.
Adapun yang berada dilokasi saat penemuan jasad tersebut, Polres Banjar, Polsek Aranio, Emergency Borneo Response, Borneo Rescue, DPKP Kabupaten Banjar dan Basarnas.


