lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan Bapak I Wayan Wiradarma, SH MH. menjadi narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan dengan materi “pencegahan penyalahgunaan dalam pengelolaan keuangan desa” Selasa (5/3/2024).
Dikatakan Kasi Penkum Kejati Kalsel Yuni Priyono, bahwa kegiatan Bimbingan Teknis tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Nasa Banjarmasin dan dihadiri oleh 55 Peserta dari unsur perangkat desa (Sekretaris Desa, Kasi dan Bendahara) dandi wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam kesempatan tersebut bapak Asisten Intelijen I Wayan Wiradarma, S.H.,M.H. bertindak sebagai Nasumber memaparkan materi yang pada pokoknya terkait dengan “Pencegahan Penyalahgunaan dalam pengelolaan keuangan desa melalui program jaga desa”, sesuai dengan Insja No 5 tahun 2023 yang bertujuan, penyelesaian konflik dalam masyarakat desa melalui rumah RJ, membangun kesadaran hukum dari desa melalui program luhkum dan penkum.
“Kemudian melakukan pendampingan dalam pengelolaan keuangan desa bahwa atas materi tersebut, diharapkan Aparatur Kabupaten dan Desa Se-Kalimantan Selatan dapat menerima manfaat, seperti meningkatkan ketaatan hukum perangkat desa dalam menjalankan tugas dan fungsi, mendorong keyakinan aparat desa dalam memanfaatkan dana desa dan mencegah penyimpangan penggunaan Dana Desa, serta meningkatkan pemahaman Masyarakat mengenai hukum,selain itu mendukung percepatan program pembangunan di daerah,”paparnya.
Selanjutnya Asisten Intelijen I Wayan Wiradarma, S.H.,M.H. juga memaparkan terkait sumber keuangan desa, asas pengelolaan desa, prioritas penggunaan dana desa Tahun 2024, tugas Kepala Desa dan perangkat desa dalam pengelolaan keuangan desa, tahap pengelolaan keuangan desa (dari Tahap Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan dan Pertanggungjawaban) serta beberapa faktor dan modus penyimpangan dalam pengelolaan keuangan desa yang harus laksanakan dan ditaati oleh Aparatur Kabupaten dan Desa Se-Kalimantan Selatan.
Bahwa dalam kegiatan tersebut peserta sangat antusias dengan materi yang disampaikan oleh narasumber, hal tersebut terlihat dari fokus peserta dan narasumber juga memberikan kesempatan tanya jawab kepada para peserta sehingga tercipta komunikasi dua arah yang cukup baik. Acara berjalan dengan aman lancar dan tertib dari awal hingga akhir kegiatan.


