lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Setelah serangan buaya yang menyebabkan satu orang tewas akibat diterkam, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan melakukan tindakan pencegahan dengan memasang jerat terbuat dari tali Sling Kawat.
Serangan buaya itu terjadi pada hari Kamis, 7 Maret 2024, sekitar pukul 17.00 WITA, ketika korban bernama Samsi (64) sedang mandi di Sungai Kusambi, Desa Maju Makmur, Kalsel.
Muhammad Tejar, kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung Sewangi Wilayah Batulicin, menyampaikan kepada lenterakalimantan.com bahwa pihaknya telah menyambangi rumah duka dan memberikan santunan kepada keluarga korban.
Selain itu, BKSDA juga berkoordinasi dengan Kepala Desa Maju Makmur dan Kepolisian Sektor Batulicin untuk memasang plang himbauan kepada warga.
Plang tersebut memberikan himbauan kepada warga untuk waspada saat beraktivitas di sungai pada pagi, sore, dan malam hari.
Mereka dilarang mandi, berenang, atau buang air di sungai, serta dilarang membuang isi perut dan daging ternak di sungai.
“Mendatangkan Tim Gabungan BKSDA kalsel, yakni 2 personel dari Banjarbaru diitambah dari Batulicin 2 personel, untuk upaya penangkapan buaya tersebut,” bebernya.
Ia juga menjelaskan, dalam misi penangkapan buaya ini sesuai dengan surat tugas selama 3 hari terhitung dari hari ini tanggal 9 sd 11 Maret 2024.
“ya mas ada dua titik yang kami pasang jebak ini, apapun hasilnya nanti kami akan laporkan kembali kepada pimpinan di Banjarbaru.
Dengan adanya upaya tersebut, pihaknya berharap agar warga setempat tidak ada lagi beraktifitas di sungai dan diharapkan dalam penangkapan buaya tidak menemukan kendala.


