lenterakalimantan.com, BARABAI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Perdagangan menggelar Pasar Ramadan 1445 H sekaligus Pasar Murah. Bupati HST H Aulia Oktafiandi secara resmi membuka pasar tersebut lewat pemotongan pita, Selasa (12/3/2024) sore.
Adapun lokasinya untuk tahun ini berada di eks Pengadilan Agama Barabai tepat di samping Masjid Riyadusshalihin atau Masjid Agung Barabai. Pasar murah yang dihadirkan itu disubsidi oleh Pemkab HST.
Bupati HST, H Aulia Oktafiandi mengatakan, lokasi Pasar Ramadan dan Pasar Murah ini sangat strategis. Kali ini ditempatkan di dekat Masjid Riyadusshalihin atau Masjid Agung Barabai.
Bupati mengatakan, alasan dipilihnya lokasi ini agar tidak hanya sekadar berjualan dan berbuka puasa saja. Tetapi juga melaksanakan salat berjamaah jika waktunya tiba, terutama waktu magrib.
“Karena lokasinya sangat dekat dengan masjid,” katanya.
Adapun waktu operasional pasar ini buka dari pukul 15.00–18.00 Wita selama Bulan Ramadan. Tahun ini, ada 40 stan Pasar Ramdan yang mana 10 stan di antaranya merupakan khusus barang atau komoditas bersubsidi.
Setelah membuka pasar tersebut, Bupati bersama Forkopimda HST dan tamu undangan berkeliling meninjau pasar tersebut. Mereka pun juga turut membeli jualan para pedagang, khususnya takjil dan produk makanan dan minuman UMKM untuk berbuka.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) HST, Irfan Sunarko mengatakan, untuk pasar murah ini komoditas yang disubsidi di antaranya, beras, bawang merah, telur ayam ras dan bebek, tepung gula, dan teh
“Jadi di dalam Pasar Ramadan ada Pasar Murah bersubsidi. Ada beberapa komoditas seperti beras, bawang, telur, tepung dan garam yang kami subsidi sampai 50 persen. Selain itu ada pula jenis ikan yang memicu inflasi di HST seperti haruan dan nila,” jelas Irfan.
Irfan menjelaskan, adanya pasar murah dalam pasar Ramadan itu sebagai langkah penanganan inflasi di HST. Mengingat sebelumnya tingkat inflasi HST sempat kisaran di angka 5 persen pada Januari 2024 dan menurun kisaran di angka 3 persen pada Februari 2024.
“Semoga pada Maret menghadapi puasa dan hari raya, bisa terus turun sampai dengan sama atau di bawah rata-rata provinsi ataupun rata-rata nasional kisaran di angka 2 persen,” harapnya.


