lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Kalimantan Selatan, melalui Satuan Tugas Pramuka Peduli Daerah, bekerja sama dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Vertical Rescue di Banjarmasin, Minggu, 22 September 2024.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 20 hingga 22 September 2024. Sebanyak 75 peserta yang merupakan utusan dari kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan ini, dengan masing-masing daerah mengirimkan empat perwakilan.
Dalam wawancara dengan sejumlah awak media, Ketua Kwartir Daerah Kalsel, H. Raudatul Jannah, yang diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum (Orgakum), H. Rusli, menjelaskan bahwa Diklat Vertical Rescue ini melibatkan instruktur profesional dari Basarnas.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk membekali anggota Satgas Pramuka Peduli dengan pengetahuan dan keterampilan sebagai rescuer. Ini penting saat mereka harus menyelamatkan korban yang mengalami musibah di lokasi ketinggian, baik itu gedung bertingkat maupun pegunungan,” ujar H. Rusli.
Ia menambahkan, pelatihan ini diharapkan dapat membantu para peserta dalam menghadapi situasi darurat di wilayah masing-masing. “Tentunya kita berharap musibah tidak terjadi, namun dengan pelatihan ini kita sudah siap jika dibutuhkan,” tambahnya.
Dalam wawancara terpisah, Kepala Sub Bagian Umum Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Budiyono, menyampaikan bahwa peserta akan dibekali materi Vertical Rescue, yaitu teknik pertolongan dari bawah ke atas, yang akan disimulasikan di tower.
“Materi kelas akan disampaikan di Kantor Kwarda Kalsel. Materi meliputi pengenalan Basarnas, keselamatan kerja di ketinggian, pengenalan peralatan, teknik simpul dan tali-temali, serta manajemen tandu. Selain itu, akan ada praktek Lashing A Frame dan Tyrolean Traverse,” jelas Budiyono.
Selanjutnya, simulasi akan digelar di tower kantor Basarnas dengan ketinggian dinding panjat sekitar 15 meter. Para peserta akan dibagi menjadi dua kelompok: satu kelompok bertugas sebagai penolong, sedangkan kelompok lainnya berperan sebagai korban.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan seksama dan mematuhi arahan instruktur Basarnas,” tutupnya.

Sementara itu, Muhammad Islam, salah satu peserta dari Satgas PP Kwarcab Tanah Bumbu, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama mengingat kondisi wilayah Tanah Bumbu yang memiliki banyak gedung bertingkat dan area pegunungan.
“Ini adalah ilmu dan pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ungkapnya kepada media *Lenterakalimantan.com.
Sebagai informasi tambahan, Diklat ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Orgakum, H. Rusli, yang mewakili Ketua Kwarda Kalsel, H. Raudatul Jannah, didampingi sekretaris dan Ketua Dewan Kehormatan di Kantor Kwarda Kalsel.


