Pemkab Balangan Kembangkan Angkutan Online Melalui Si Angsa

Mobil operasional angkutan sampah milik Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan yang disediakan untuk memungut sampah dari desa hingga kota. Foto: Windi/lenterakalimantan.com
Mobil operasional angkutan sampah milik Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan yang disediakan untuk memungut sampah dari desa hingga kota. Foto: Windi/lenterakalimantan.com

lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan, melalui Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup setempat, melakukan pengoptimalan layanan berbasis online melalui Sistem Informasi Angkutan Sampah (Si Angsa), untuk sampah yang belum diangkut.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah pada Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Balangan, Fakhrurrazi Abdi, mengatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan sebuah inovasi layanan publik ke dalam sistem informasi angkutan sampah.

Bacaan Lainnya

“Inovasi Si Angsa di inisiasi lantaran belum adanya lokasi yang masih mendapatkan rute dari angkutan sampah, atau lokasi tempat pembuangan sampah, dan ini merupakan kewajiban pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan angkutan sampah bagi masyarakat,” ucapnya, Selasa (11/6/2024).

Dia mengakui bahwa, belum lengkapnya sejumlah data, jenis dan rute angkutan sampah yang tersedia, baik milik pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup, serta milik pemerintah desa yakni, mobil angkutan sampah desa, sehingga diperlukan adanya online sistem.

“Inovasi Si Angsa dapat di akses melalui http://siangsabalangan.taplink.ws/ yang akan terus dikembangkan untuk memudahkan pelaporan masyarakat, terkait sampah yang belum diangkut.” tutur Kabid Pengelolaan Sampah Fakhrurrazi.

Pihaknya berharap kepada masyarakat, agar bisa melaporkan rute atau titik sampah yang belum diangkut, melalui inovasi yang disediakan masyarakat bisa mengakses layanan angkutan sampah secara online, guna memaksimalkan pengangkutan sampah yang belum terdata.

Salah seorang warga di Kecamatan Batumandi saat ditanya oleh awak media terkait hal ini, dirinya mengungkapkan bahwa, sebagai masyarakat ia belum mengetahui tentang adanya inovasi yang berkaitan dengan angkutan sampah.

“Memang maksud dan tujuannya bagus, pertanyaannya, apakah masyarakat semuanya bisa mengakses dan mengerti tentang layanan ini, apalagi jalur aksesnya menggunakan website, yang lebih mudah adalah menggunakan layanan WhatsApp, sehingga masyarakat bisa langsung memberikan informasi, bisa melalui gambar maupun hasil video yang direkam untuk dijadikan data sebagai acuan dari pihak yang bersangkutan” ucap pria yang akrab disapa Abah Anoy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *