lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut (Tala), menemukan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato.
Sebanyak 300 ekor yang ditemukan terkena penyakit lato-lato yang dapat menyebabkan kematian sapi di tiga kecamatan.
Drh Muhammad Taufik pada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Tala mengatakan, penyakit lato-lato ditemukan selama satu bulan terakhir ini ada di Kecamatan, Takisung, Panyipatan dan Tambang Ulang.
Penyakit kulit benjolan pada sapi ini berbeda dengan penyakit penyakit mulut dan kuku (PMK) namun penyembuhan penyakit lato-lato agak lambat.
“Penyakit lato-lato disebarkan melalui gigitan lalat, kalau sapi di kandang ada yang terkena penyakit belum tentu menyebar ke sapi lainnya,” katanya, Senin (15/7/2024).
Taufik menambahkan, dengan adanya kasus penyakit lato-lato ini, maka pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sudah melakukan upaya penyuntikan terhadap sapi yang terkena penyakit tersebut.
“Kita sudah melakukan tindakan pelayanan, pengobatan melalui antibiotik, pemberian vitamin, vaksinasi dan obat penyembuhan lainnya,” ucapnya.
Taufik menambahkan, sapi dengan kondisi tersebut muncul dengan kondisi badan penuh benjolan bisa menyebabkan benjolan pecah dengan risiko tingkat kesembuhan sangat rendah hingga kematian sapi.
“Bila sapi turun nafsu makan tingkat kesembuhannya agak sulit, tapi bila mau makan tingkat kesembuhannya bagus lagi,” ujarnya.
Menurutnya, sejak satu bulan terakhir ditemukan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato tercatat ada 300 ekor sapi terjangkit dan mati menjadi bangkai sekitar 15 sapi. Selainya 30 sapi sempat dipotong oleh pemiliknya.
“Penyakit lato-lato ini rentan menyerang pada jenis sapi PO putih, sama sapi limosin. Berbeda dengan jenis sapi bali dan simental lebih tahan terserang lato-lato,” jelasnya.
Ia bilang peternak perlu mewaspadai penyakit tersebut menyerang sapi dengan kondisi demam, nafsu makan turun dengan ditumbuhi bintik benjolan pada badan sapi.
“Kalau ditemukan gejala seperti itu peternak segera melaporkan ke petugas yang ada di desanya, cepat ditangani kesembuhannya cukup besar,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tala, Iwan Persada, mengimbau kepada peternak sapi, selalu memperhatikan kondisi kebersihan kandang.
“Kandang sapi diberikan penyemprotan dan pengasapan supaya lalat tidak banyak di sekitar kandang,” pungkasnya.


