lenterakalkmantan.com, RANTAU – Menyambut tahun baru Islam 1446 H, Masjid Da’Watul Haq di desa Baringin A, Kecamatan Candi Laras Selatan, menjadi pusat perhatian dengan acara Gebyar Pekan Muharram yang penuh semangat. Diadakan pada Sabtu malam (14/7/2024), acara ini tidak hanya meriah tetapi juga sarat akan pesan moral dan keagamaan.
Acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai tokoh daerah, termasuk Ketua DPRD Tapin H. Yamani SAK MM, Ketua Panitia H. Parianata, Kabag Kesra Zahidi Haitami, Ketua MUI CLS, serta para tokoh masyarakat dan agama. Turut hadir pula Muspika kecamatan CLS dan CLU.
Gebyar Pekan Muharram diisi dengan berbagai lomba yang menghibur sekaligus edukatif, seperti lomba Rudat SD, lomba azan SD dan remaja, lomba fashion show SD dan remaja, lomba tilawah remaja, lomba Tartil SD, dan lomba maulid Habsyi untuk umum. Kegiatan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga upaya mengajarkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda.
Dalam pidatonya, Ketua DPRD Tapin H. Yamani SAK MM mengapresiasi inisiatif panitia dan menyatakan bahwa Pekan Muharram ini adalah kesempatan penting untuk introspeksi dan memperbaiki diri.
“Pekan Muharram ini diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik lagi. Dalam momen ini kita dapat bermuhasabah diri, hijrah menjadi pribadi yang lebih baik, dan terus berupaya mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.
Lebih lanjut, H. Yamani mengingatkan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai fondasi utama dalam kehidupan. “Sebagai seorang muslim, kegiatan keagamaan ini harus terus kita tingkatkan. Melalui kegiatan keagamaan, kita diingatkan untuk terus bertransformasi ke arah yang lebih baik,” tambahnya.
H. Yamani juga menekankan pentingnya meneladani hijrahnya Nabi Muhammad SAW. “Kita harus terus berbuat baik dan hanya mengharap ridho Allah SWT,” tegasnya.
Selain itu, H. Yamani berharap acara seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk lebih mencintai agama, keluarga, dan tanah air. “Dengan adanya Gebyar Pekan Muharram ini, diharapkan anak-anak kita akan menjadi generasi penerus yang mencintai orang tua, bangsa, dan negara. Acara ini juga menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan Islam dan memotivasi anak-anak agar lebih bersemangat dalam menjalani ibadah,” tutupnya.
Ketua panitia, H. Parianata, menegaskan bahwa Pekan Muharram merupakan momen yang tepat untuk introspeksi dan memperdalam ajaran Islam. “Kegiatan ini merupakan saat untuk introspeksi diri sehingga kita lebih mampu meneladani hijrah dan jihad Nabi Muhammad SAW,” jelasnya.
Ia berharap, melalui berbagai lomba yang diadakan, generasi muda akan terus mempelajari Al-Qur’an dan hadits, serta selalu berbuat baik dan menjaga silaturahmi. “Peringatan Tahun Baru Islam ini harus menjadi momentum kebangkitan bangsa,” tandas H. Parianata.


