Petugas di Pos Penyekatan PPKM Kurang Asupan Vitamin, Dewan : “Jangan sampai mereka tidak diperhatikan”

Anggota DPRD Banjarmasin meninjau pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV (25/8).
Anggota DPRD Banjarmasin meninjau pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV (25/8).

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Rombongan anggota DPRD Banjarmasin lintas komisi, turun ke jalan memantau dan meninjau pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV, Rabu (25/8) malam.

Diikuti anggota Komisi I, III dan IV mereka melihat langsung proses penyekatan di dua pos PPKM Level IV di Jalan A Yani kilometer 6 dan Jalan Hasan Basri (Bundaran Kayu Tangi), Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Tugiatno mengatakan, tujuan melakukan kegiatan ini adalah, untuk melihat langsung proses penyekatan PPKM, agar proses penanganan wabah Covid-19 yang diterapkan di Banjarmasin bisa berjalan maksimal.

“Setelah melihat secara langsung penerapan PPKM di Kota Banjarmasin. Saya sangat mengapresiasi usaha petugas gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” ujarnya.

Sementara itu, dipos penyekatan Jalan Hasan Basri (Bundaran Kayu Tangi), Banjarmasin anggota dewan mendapati keluhan petugas yang kekurangan suplemen dan vitamin selama bertugas.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Zainal Hakim menambahkan, terkait adanya keluhan kurangnya asupan vitamin petugas dilapangan, akan ditindak lanjuti.

“Terkait kurangnya asupan suplemen dan vitamin nanti akan disampaikan kepada dinas kesehatan,” ujarnya.

Karena, menurutnya suplemen dan vitamin tersebut merupakan bagian penting untuk tetap menjaga kebugaran kondisi para petugas.

“Kita juga tidak ingin, mereka yang bertugas dengan maksimal malah tidak diperhatikan, oleh karena itu mereka perlu asupan suplemen dan vitamin untuk menjaga kebugarannya dalam bertugas,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan, dari hasil koordinasi dengan para petugas di Pos PPKM pihaknya lebih mengutamakan masyarakat dapat teredukasi.

“Bahwa dengan adanya penyekatan PPKM ini dan pemeriksaan tersebut lebih kepada mengedukasi masyarakat atau memberikan pemahaman bahwa mereka yang melakukan aktifitas melewati pos penyekatan, ini adalah bagian dari edukasi tentang menjaga diri dari bahaya virus pandemi Covid-19,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *