lenterakalimantan.com, RANTAU – Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lathiiful Khabiir meluncurkan program kursus kewirausahaan bagi pelajar pondok pesantren di Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara. Acara ini berlangsung di aula pertemuan PKBM Lathiiful Khabiir pada Sabtu (27/07/2024).
Puluhan pelajar putra dan putri dari Pondok Pesantren Darul Mustofa dan Pondok Pesantren Siti Khadijah Kubra turut serta dalam pelatihan ini. Ketua PKBM Lathiiful Khabiir, Ir Syahdani Apasha, menjelaskan bahwa pelatihan kewirausahaan yang diberikan meliputi keterampilan membuat empek-empek. Setelah pembukaan, pelatihan akan dilanjutkan di pondok pesantren masing-masing.
“Sebanyak 20 peserta yang mengikuti pelatihan ini akan kami bimbing mulai dari perencanaan usaha hingga penguasaan keterampilan. Insya Allah, hasil produksi mereka akan kami pasarkan di lingkungan pondok pesantren dan di luar pondok pesantren,” ujar Syahdani.
Syahdani juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan, atas dukungan yang diberikan. Program KWS ini sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak pondok pesantren, untuk mendapatkan keterampilan sebagai bekal setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren serta pendidikan kesetaraan Paket C yang disediakan.
“Harapannya, saat mereka kembali ke desa atau kampung halaman, mereka dapat menerapkan keterampilan ini dalam usaha mereka,” tambahnya.
Syahdani juga berharap agar pondok pesantren dapat berinisiatif membuka koperasi. Dengan adanya koperasi, keterampilan yang dimiliki oleh para santri dapat didukung dengan lembaga koperasi, sehingga usaha mereka bisa berkelanjutan. Melalui koperasi, sarana dan prasarana serta modal usaha bisa didiskusikan untuk mendapatkan dukungan modal.
“Kami berharap dinas terkait dapat memberikan dukungan agar pesantren dapat mendirikan koperasi. Terlebih, saat ini ada koperasi multi pihak yang memungkinkan potensi usaha di pondok pesantren dan masyarakat sekitar untuk bersinergi dalam satu wadah,” jelas Syahdani.
“Dari hasil program yang diluncurkan oleh Dinas Pendidikan ini, kami berharap agar semua harapan kita bisa terlaksana,” pungkasnya.


