lenterakalimantan.com, PARINGIN – Jajaran Inspektorat Kabupaten Balangan menggelar sosialisasi anti korupsi, di momen penerimaan peserta didik baru (PPDB), tahun ajaran 2024/2025 di Aula Tumenggung Jalil Inspektorat, Paringin.
Selaku Inspektur Balangan, Urai Nur Iskandar, menyampaikan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam yang berkaitan dengan hal-hal yang memicu terciptanya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dalam proses pelaksanaan penerimaan peserta didik baru.
“Dari kegiatan ini, apa yang disampaikan oleh narasumber, yang termasuk dalam kriteria tersebut, sehingga dalam pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tidak terjadi praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ucapnya kepada lenterakalimantan.com, Selasa (9/7/2054).
Ia menekankan, pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan proses penerimaan peserta didik baru, sehingga dalam hal ini bisa memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Yang terpenting setidaknya mereka mengetahui, hal-hal yang menjadi celah terjadinya praktik korupsi, dengan edukasi ini, segala sesuatunya dapat dicegah sejak dini,” pungkas Inspektur Balangan, Urai Nur Iskandar.
Saat kegiatan berlangsung, sebagai narasumber penyuluh anti korupsi Kalsel, Muhammad Mujiburrahman, menyampaikan bahwa, perlu adanya pemahaman yang lebih baik lagi tentang korupsi, dan jenis-jenis tindak pidana korupsi.
“Diharapkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penerimaan peserta didik baru, dapat menjalankan tugas dengan baik, jujur dan transparan, sehingga segala bentuk praktik kecurangan dapat dihindari,” bebernya.
Dia menambahkan, ketidaktahuan pihak sekolah beserta guru, mengenai praktik koruptif dalam penerimaan peserta didik baru, menjadi faktor utama yang memicu terjadinya praktik penyimpangan, minimnya sosialisasi anti korupsi ke lapisan masyarakat awam, termasuk sekolah, menyebabkan tindakan koruptif tidak bisa dihindari.
“Pengetahuan tentang korupsi sangat penting ditanamkan sejak dini, sehingga segala sesuatunya dapat kita cegah secara seksama, di mana ada celah maka disitu ada peluang, untuk itu kita upayakan memberikan pemahaman yang mendalam, sehingga segala bentuk praktik kecurangan, peluangnya bisa kita cegah,” kata Mujiburrahman.
Sosialisasi anti korupsi, melibatkan panitia penyelenggara penerimaan peserta didik baru, se-Kabupaten Balangan dari SD hingga SLTP.


