Salah satu risiko penggunaan internet bagi anak adalah potensi terpapar tayangan yang tidak sesuai usianya. Maka dari itu kata Haji Fani, dapat dicegah dengan menggunakan aplikasi yang ramah anak, memiliki pembatasan usia pada konten-kontennya.
“Contohnya ketika membuka Youtube, pastikan dengan aplikasi Youtube Kids, kemudian, dampingi temani anak saat berselancar di internet. Dikarenakan anak masih membutuhkan arahan dan pengawasan saat mengakses internet,” ujarnya.
“Kita tentunya tak ingin anak melihat konten berisi unsur kekerasan, konten dewasa bahkan radikalisme,” sambung H Fani.
Selain itu juga harus membatasi durasi berinternet anak agar tetap bisa beraktivitas fisik. Memberitahukan mana konten yang baik dan buruk, sesuai dan tidak sesuai.
Alasannya sebut Haji Fani, anak usia dini belum memahami mana konten baik dan buruk bagi mereka. Sehingga menjadi tugas guru PAUD yang memberikan pemahaman mana konten yang baik dan buruk, disertai alasan sederhana serta mudah dipahami oleh anak.
“Terpenting batasi anak agar hanya mengakses informasi dari sumber yang terpercaya dan sesuai usianya, serta utamakan agar anak usia dini mengakses internet untuk kebutuhan edukasi,” pungkasnya.


