Saat dikonfirmasi, terkait munculnya sebuah kalimat “aparat nyaman” Husairi, kembali menekankan, bahwa untuk memberikan pemahaman terkait kalimat yang menyebut masyarakat nyaman, aparat nyaman, banua nyaman, HSU nyaman, yakni untuk membuat banua mendatangkan keberkahan dan kemakmuran.
“Untuk kalimat aparat nyaman, jangan diartikan negatif, perlu digaris bawahi, masyarakat nyaman, aparat nyaman, banua nyaman, HSU nyaman, tentunya membuat semua lapisan masyarakat mendapatkan kenyamanan, segala sesuatunya dibuat seiring sejalan, mulai dari lapisan masyarakat, aparat pemerintahan, sehingga komunikasi yang dihasilkan saling berhubungan untuk kenyamanan jalannya pembangunan,” jelasnya, kepada lenterakalimantan.com.
Hal serupa juga diutarakan H Didi Buhari, alias H Odong, calon wakil bupati dari H Husairi Abdi, ia menambahkan terkait visi-misi dari pasangan Husairi-Didi, yaitu menciptakan sebuah lahan rawa yang produktif.
“Prinsipnya sejengkalpun lahan rawa yang ada di HSU harus menghasilkan, dan bermanfaat bagi masyarakat, selanjutnya kita akan berbuat memperbaiki lingkungan, selama ini diketahui dalam kurun waktu 10 tahun lebih masyarakat menerima dampak banjir saat musim hujan, ini lah yang mestinya harus kita lakukan,” ujarnya.
H Odong menambahkan, selain banjir yang dirasakan, para petani juga menerima imbas atau dampak buruk saat terjadi banjir, dari itu petani menerima hasil yang berdampak pada kondisi gagal tanam, juga gagal panen.
“Ke depan kami sangat konsentrasi pada perbaikan lingkungan, juga untuk sektor pertanian, perikanan dan peternakan, termasuk jasa. Kenapa, kalau petani semua sukses, kemudian sektor perikanan dan peternakan itu berdaya, maka akan tumbuh ekonomi, karena masyarakat kita banyak berprofesi seperti itu,” ucap H Odong.


