lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Memasuki hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin berlangsung sesuai program studi, Rabu (11/9/2024).
PKKMB 2024 kali ini berlangsung di Kampus Uniska Jalan Adhyaksa, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara.

Dekan Fakultas Studi Islam, Akhmad Khulaify, mengatakan di kegiatan PKKMB ini dihimpun menjadi dua bagian.
“Di hari pertama dikelola langsung oleh universitas tentang pengenalan kehidupan kampus secara global dan hari kedua kita diminta untuk mengadakan kegiatan PKKMB yang fokusnya di tingkat fakultas,” ucapnya kepada lenterakalimantan.com.
Dia melanjutkan, kegiatan dari fakultas ini berkenaan dengan bagaimana teknis pengelolaan fakultas yang berkaitan dengan akademik atau non akademik. Kemudian berkaitan dengan program studi yang ada di Fakultas Studi Islam (FSI).
“Itu merupakan bagian yang terstruktur sebagai pola pengenalan kepada mahasiswa, agar mereka nantinya Ketika memulai perkuliahan baik dari penginputan Kartu Rencana Studi (KRS) sampai pada hasil dari proses perkuliahan mereka paham. Momen itulah yang menjadi fokus pada kegiatan ini,” kata Khulaify.

Kemudian Dekan FSI memaparkan jumlah mahasiswa baru yang mendaftar masuk di Fakultas Studi Islam sebanyak 200 orang pendaftar.
“Terkait dengan jumlah mahasiswa sebagaimana yang ada di portal kemahasiswaan yang ada di rektorat berjumlah sekitar 200 mahasiswa baru. Adapun yang ikut PKKMB perfakultas ini ada 198, karena sebagian juga ada yang bekerja,” terangnya.
Berkaitan dengan harapan dan tujuan dari Fakultas Studi Islam, mahasiswa yang bergabung di FSI Uniska tentunya bisa memberikan jawaban terhadap tuntutan masyarakat yang berkaitan dengan bidang kerja, baik keahlian bersifat skil maupun subs skil.
“Oleh karena itu di satu sisi kami juga merupakan bagian yang penting dalam proses akreditasi sebagaimana tolak ukur masyarakat untuk menilai bagaimana kualitas dari perguruan tinggi itu sendiri. Kemudian bagaimana hasil atau kemampuan mahasiswa itu bisa diukur dengan adanya akreditasi itu, maka menjadi tolak ukur utama kita adalah capaiannya,” harap Khulaify.
Harapan beberapa waktu ke depan prodi-prodi yang ada di FSI tersebut bisa meraih prestasi akreditasi unggul karena hal itu menjadi target dari kementerian yang tidak hanya bersifat Nasional tapi juga Internasional.


