Apakah TB yang Resistan Obat Dapat Diobati?
MDR-TB, atau tuberkulosis multiresisten, terjadi ketika bakteri penyebab TB menjadi kebal terhadap obat-obatan yang umumnya digunakan. Lantas, apakah TB yang resistan terhadap obat ini masih bisa disembuhkan?
MDR-TB muncul ketika bakteri tuberkulosis tidak lagi terpengaruh oleh obat-obatan lini pertama seperti rifampisin, isoniazid (INH), etambutol, dan pirazinamid.
Pengobatan TB biasanya berlangsung selama enam bulan dan terbagi menjadi dua tahap.
Pada dua bulan pertama, pasien diwajibkan untuk mengonsumsi empat jenis obat tersebut setiap hari.
Setelah itu, selama empat bulan berikutnya, pengobatan dilanjutkan dengan dua jenis obat saja. Namun, resistensi dapat terjadi jika pasien tidak disiplin dalam mengonsumsi obat sesuai petunjuk.
Jika pengobatan hanya dilakukan selama sebulan atau bahkan hanya dua minggu, bakteri TB bisa menjadi kebal, membuat proses penyembuhan menjadi jauh lebih sulit.
Meskipun terdengar mengkhawatirkan, ada kabar baik: TB yang resistan terhadap obat masih dapat diobati.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), MDR-TB dapat disembuhkan dengan menggunakan obat lini kedua. Namun, pengobatan ini lebih rumit karena memerlukan berbagai jenis obat yang lebih mahal dan sering kali memiliki efek samping yang lebih berat dibandingkan pengobatan lini pertama.
Jadi, penting bagi pasien untuk mengikuti pengobatan dengan disiplin agar bisa mengalahkan penyakit ini.


