lenterakalimantan.com, RANTAU – Dalam upaya meningkatkan literasi di masyarakat, TBM Lathiiful Khabiir menggelar pelatihan penataan dan pelabelan buku bacaan yang berlangsung di Auditorium Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tapin, Kamis (03/10). Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin melalui Kepala Bidang Bina PAUD dan PNF Disdik Tapin, Muhammad Ansyari, S.Sos.
Pelatihan ini menghadirkan Ir. H. Syahdani Apasha, Kepala PKBM Lathiiful Khabiir, dan Rusma Yuliarti, S.Pd.I, Kabid Pengolahan dan Pengembangan Bahan Pustaka, sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Syahdani Apasha menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat baca di masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi tim TBM Lathiiful Khabiir dengan dukungan dari Perpustakaan Nasional dan Balai Bahasa. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya literasi di Tapin,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai peserta, termasuk pengelola taman bacaan masyarakat, perpustakaan desa, perpustakaan daerah, serta kelompok literasi di Kabupaten Tapin.
Syahdani juga mengungkapkan bahwa pada bulan Oktober dan November mendatang, TBM Lathiiful Khabiir akan mengadakan rangkaian kegiatan pengembangan literasi lainnya, khususnya yang ditujukan kepada kelompok-kelompok literasi di Tapin.
“Kami berharap kegiatan ini mampu mendorong peningkatan minat baca, khususnya di kalangan anak-anak usia sekolah, sehingga pengetahuan mereka semakin luas dan kemampuan bahasa mereka lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Ansyari, S.Sos. menyatakan dukungannya terhadap pelatihan ini. Menurutnya, penataan dan pelabelan buku bacaan sangat penting untuk memberikan kenyamanan bagi pembaca dalam mencari dan menikmati buku.
“Dinas Pendidikan sangat mendukung kegiatan ini. Melalui penataan dan pelabelan buku yang baik, perpustakaan dapat menciptakan suasana nyaman bagi pengunjung. Ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan perpustakaan di Kabupaten Tapin dapat lebih menarik minat masyarakat untuk lebih sering mengunjungi dan memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia.


