lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Balangan memusnahkan barang bukti hasil tindak pidana peredaran narkotika dan tindak pidana umum.
Pemusnahan ini meliputi 10,57 gram sabu, 6.724 butir obat daftar G, 11 unit telepon genggam, dan empat bilah senjata tajam, di Halaman Kejari Balangan, Kamis (19/9/2024).
Barang bukti tersebut berasal dari kasus yang telah ditangani oleh Polres Balangan dan diserahkan ke Kejari untuk proses hukum lebih lanjut.
Pemusnahan barang bukti dipimpin langsung oleh Kepala Kejari Balangan, Mangantar Siregar dan dihadiri perwakilan dari Satresnarkoba Polres Balangan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Balangan, Pengadilan Negeri Paringin, serta tenaga pendidik dari SMPN 4 Paringin.
Kegiatan ini juga melibatkan belasan pelajar SMP, sekaligus mengedukasi mengenai bahaya narkoba.
Mewakili Satresnarkoba Polres Balangan, I Gede Wahyu, menyatakan bahwa barang bukti yang dimusnahkan sudah inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap.
“Pemusnahan dilakukan sebagai tindak lanjut setelah penyelidikan dan proses hukum di Polres Balangan, yang dilanjutkan dengan pelimpahan ke Kejaksaan” ucapnya dihadapan awak media.
Menurutnya, selama tiga bulan terakhir, barang bukti yang dimusnahkan berasal dari tindak pidana peredaran gelap narkotika dan tindak pidana penganiayaan.
Adapun metode pemusnahan bervariasi, mulai dari membakar pakaian pelaku, memblender narkoba, hingga memotong senjata tajam serta sejumlah handphone.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kejari Balangan, Mangantar Siregar, menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti adalah bentuk tanggung jawab Kejari Balangan dalam menuntaskan kasus.
Selain itu, dia bilang keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dan mencegah penyalahgunaan di kalangan remaja.
“Kami berharap, pencegahan penyalahgunaan narkoba, terutama di Kabupaten Balangan, terus diperkuat melalui edukasi berkelanjutan, khususnya bagi para pelajar yang rentan terhadap pengaruh negatif narkoba, terutama bagi yang menginjak usia produktif,” ungkapnya.












