lenterakalimantan.com, RANTAU – Para siswa SDN Binderang, Kecamatan Lokpaikat, mendapatkan pengenalan pendidikan coding dan robotik melalui program Building by Improving the Kids’ Digital Literacy (BREnovation) yang diselenggarakan oleh PT Bhumi Rantau Energi, anak perusahaan Hasnur Group. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas SDN Binderang, Senin (21/10)/2024).
Menurut Aslianor, perwakilan CSR PT Bhumi Rantau Energi, program ini adalah yang pertama kali digagas oleh Hasnur Group di wilayah pedesaan Kabupaten Tapin. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi komputer kepada anak-anak sejak usia dini, agar mereka memahami digitalisasi yang semakin berkembang.
“Kami berharap dengan kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal dunia digital lebih awal, terutama untuk siswa kelas 5 dan 6,” ujarnya.
Sementara itu, Yunisa Nor Amira, atau yang akrab disapa Acha, menjelaskan bahwa pelajaran coding yang diberikan berupa pembuatan game sederhana, sedangkan untuk robotik, siswa diajarkan membuat dan memprogram robot Milo dan Graber.
“Robot Milo dan Graber adalah robot yang dapat bergerak dan diprogram oleh anak-anak,” jelasnya.
Acha juga menambahkan bahwa tujuan dari pengenalan coding dan robotik ini adalah agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami prinsip-prinsip ilmiah di baliknya.
Program BREnovation ini diharapkan membawa inovasi dalam pendidikan, tidak hanya dalam mata pelajaran seperti matematika dan bahasa Inggris, tetapi juga pada bidang digital seperti coding dan robotik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pemerataan pendidikan, agar pendidikan modern tidak hanya dinikmati di kota-kota besar, tetapi juga dapat diakses oleh anak-anak di pedesaan,” tambahnya.
Yurli, S.Pd, guru SDN Binderang, menyampaikan terima kasih kepada PT Bhumi Rantau Energi dan Padang Karunia Group atas inisiatif mereka dalam melaksanakan pendidikan coding dan robotik bagi siswa di SDN Binderang.
“Kami berharap melalui program ini, anak-anak bisa mengembangkan pola pikir yang lebih kritis. Dalam kegiatan ini, mereka belajar menerjemahkan tulisan dan angka untuk menggerakkan robot dan membuat program komputer,” katanya.
Yurli menambahkan bahwa pembelajaran ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
“Harapannya, anak-anak kami akan lebih kritis dalam berpikir,” pungkasnya.


