lenterakalimantan.com, RANTAU – Penjabat (PJ) Bupati Tapin, M. Syarifuddin, M.Pd., bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tapin, Wahyudi Pranoto, menghadiri peluncuran Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Kegiatan ini digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Diskominfo Provinsi Kalsel di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Senin (18/11/2024).
Peluncuran CSIRT ini bertujuan meningkatkan keamanan siber di wilayah Kalimantan Selatan. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama kepala daerah se-Kalsel terkait penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang keamanan siber dan sandi.
PJ Bupati Tapin, M. Syarifuddin, menyampaikan bahwa CSIRT adalah sistem penting untuk menjaga keamanan siber pemerintahan daerah. Ia menambahkan, pembentukan tim CSIRT ini telah dirintis oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI sejak Oktober lalu.
“Kami berharap CSIRT yang dikelola Diskominfo Tapin dapat dimanfaatkan untuk melindungi data dan informasi, serta meningkatkan keamanan siber dan kemampuan SDM pengelolanya,” ujar Syarifuddin.
Menurut Syarifuddin, era revolusi industri dan transformasi digital membawa tantangan besar. Teknologi informasi kini menjadi bagian penting dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Namun, kemajuan ini juga diiringi oleh ancaman keamanan siber yang semakin kompleks.
“Presiden RI telah mewajibkan semua instansi negara untuk membentuk CSIRT sebagai upaya menjaga ruang digital dari serangan siber. Selain itu, CSIRT juga menjadi salah satu indikator dalam penilaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), cloud computing, dan big data dalam mendorong inovasi. Namun, pemerintah dituntut untuk sigap menghadapi risiko


