lenterakalimantan.com, AMUNTAI – Aksi jago merah menghanguskan tiga buah rumah di Desa Rantau Bujur Tengah, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Insiden kebakaran terjadi sekitar pukul 02.30 Wita atau Jumat (15/11/2024) dini hari.
Peristiwa ini menyebabkan satu salah seorang warga mengalami luka bakar serius, sementara seorang relawan pemadam kebakaran digigit ular saat melakukan aksi pemadaman.
Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Linmas dan Damkar HSU, Barkat Syahrul Kalam, kepada lenterakalimantan.com, menyatakan bahwa insiden kebakaran yang terjadi, diduga berasal dari korsleting listrik di dapur rumah milik Syaharuji, salah satu korban.
“Dari penuturan korban, api muncul dari dapur. Kemungkinan besar disebabkan adanya korsleting listrik,” jelas Barkat, mewakili Kepala Satpol PP dan Damkar HSU, Asikin Noor.
Ia menambahkan, berdasarkan kondisi dilapangan, rumah milik Syaharuji terbakar habis dengan nilai kerusakan mencapai 100 persen, mengakibatkan satu kepala keluarga dengan tiga jiwa kehilangan tempat tinggal.
Kemudian rumah Supianoor, dihuni satu keluarga dengan lima jiwa, terdampak sekitar 60 persen, sementara rumah ketiga, yakni milik Murjani hanya mengalami kerusakan ringan pada bagian jendela.
“Alhamdulillah dari kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun salah seorang warga, juga sekaligus pemilik rumah yang hangus terbakar, Syaharuji terpaksa dilarikan ke rumah sakit, lantaran menderita luka bakar, beserta satu relawan yang terkena gigitan ular, saat berusaha mencari sumber air,” jelas Kabid Linmas dan Damkar HSU, yang biasa disapa Barkat.
Diketahui Syaharuji menderita luka bakar cukup parah di bagian wajah mencapai 20 persen dan bagian bahu 5 persen, bersama Muhammad Rasyid, keduanya dirawat di RSUD Pambalah Batung Amuntai.
Secara terpisah, menurut anggota Damkar HSU, Edy Saputra yang notabennya sebagai ahli reptil, gigitan yang dialami salah seorang relawan kemungkinan berasal dari ular, hal ini harus segera ditangani untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
“Kami mengimbau agar para petugas Damkar HSU, maupun relawan agar selalu mengutamakan keselamatan masing-masing, yang lebih utama penggunaan peralatan keamanan untuk pelindung diri selalu digunakan dan diperhatikan, demi menjaga keselamatan,” pungkasnya.
Api berhasil dipadamkan setelah adanya kerja sama antara petugas Damkar HSU dan relawan setempat. Hingga kini, total kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, sementara pihak berwenang masih melakukan investigasi, guna memastikan penyebab kebakaran yang terjadi.


