lenterakalimantan.com, PARINGIN – Menjelang pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Pemkab Balangan melibatkan 62 desa di Bumi Sanggam sebagai sampel.
Hal ini diungkapkan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Balangan, Tuhalus, di Aula Benteng Tundakan, Paringin Selatan, Jumat (1/11/2024).
“Di November 2024, kita nanti melaksanakan Survei Status Gizi Indonesia yang melibatkan sebanyak 62 desa di Kabupaten Balangan, sebagai persiapan, untuk itu rapat koordinasi ini diadakan,” pungkasnya.
Tuhalus juga menambahkan, pelaksanaan SSGI juga melibatkan berbagai unsur pemerintah, termasuk kepala dinas, camat, kepala desa, hingga petugas di tingkat desa.
“Harapan kami, agar hal ini dapat dikoordinasikan dengan berbagai pihak lain, seperti dinas kesehatan, BKKBN, camat, kepala desa, serta pihak lain, termasuk Adaro, yang dapat memberikan dukungan,” katanya.
Menurutnya, SSGI ini bertujuan untuk memantau dan menganalisis kondisi gizi masyarakat seluruh Indonesia, tak terkecuali di Balangan.
“Kegiatan pemantauan gizi ini dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun sekali,” ucap Tuhalus.
Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan Balangan, Ahmad Sauki, juga menjelaskan bahwa bahwa survei ini berkaitan erat dengan isu stunting, sehingga pemahaman yang komprehensif dari semua pihak yang terlibat sangat diperlukan.
“Pelibatan seluruh pihak diharapkan dapat memastikan kelancaran survei, termasuk dukungan dari sektor swasta seperti Adaro. Rapat koordinasi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya meningkatkan kondisi gizi masyarakat Kabupaten Balangan,” katanya.
Rakor ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, di antaranya Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Rakhmadi Yusni, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat Desa, Akhmad Nasa’i, dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Ahmad Sauki, beserta para kepala desa dari 62 desa yang terpilih, sebagai uji sampel survei.


