• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Sektor Jasa Keuangan Kalsel Tumbuh Positif Dukung Pengembangan Ekonomi Daerah
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Sektor Jasa Keuangan Kalsel Tumbuh Positif Dukung Pengembangan Ekonomi Daerah
ArtikelBeritaKALIMANTAN SELATAN

Sektor Jasa Keuangan Kalsel Tumbuh Positif Dukung Pengembangan Ekonomi Daerah

Ikhsan Makkawali
Last updated: Desember 3, 2024 4:22 am
Ikhsan Makkawali
Share
8 Min Read
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menilai kinerja sektor jasa keuangan Provinsi Kalsel tumbuh positif untuk mampu mendukung pengembangan ekonomi daerah.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menilai kinerja sektor jasa keuangan Provinsi Kalsel tumbuh positif untuk mampu mendukung pengembangan ekonomi daerah.
SHARE

lenterakaliamantan.com, KANDANGAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menilai kinerja sektor jasa keuangan Provinsi Kalsel tumbuh positif untuk
mampu mendukung pengembangan ekonomi daerah.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, dalam perekonomian Kalsel per triwulan III tumbuh sebesar 5,23 persen yoy (TW II: 4,81 persen), lebih tinggi dibanding nasional 4,95 persen.

Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalsel menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan III-2024 masih didominasi oleh;
Pertambangan dan Penggalian sebesar 27,32 persen; Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 14,08 persen; dan Industri Pengolahan sebesar 10,63 persen. 

“Tiga lapangan usaha tersebut berkontribusi 52, 02 persen dalam perekonomian Kalsel,” kata Kepala OJK Kalsel, Agus Maiyo, saat media update dan kunjungan implementasi budi daya padi apung di Hulu Sungai Selatan (HSS), Selasa (3/12).

Industri Perbankan

Kinerja intermediasi perbankan di Kalsel terus melanjutkan tren positif. Pada Oktober 2024, kredit perbankan meningkat menjadi sebesar Rp76,82 triliun, atau tumbuh sebesar 26,12 persen yoy (September 2024: Rp74,58 triliun atau tumbuh sebesar 23,61 persen yoy). 

“Untuk pertumbuhan penyaluran kredit utamanya didorong oleh kredit konsumsi dengan porsi sebesar 39,25 persen (September 2024: 39,72 persen),” ungkap Agus Maiyo.

Sejalan dengan Kredit, DPK tercatat meningkat sebesar 12,36 persen yoy (September 2024: 13,83 persen yoy) menjadi Rp92,38 triliun, dengan tabungan menjadi kontributor pertumbuhan terbesar dengan porsi sebesar 45,64 persen. 

Sementara aset menunjukkan pertumbuhan sebesar 13,00 persen menjadi Rp103,32 triliun (September 2024: 13,97 persen).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 38,10 persen, diikuti oleh kredit modal kerja sebesar 34,95 persen, sedangkan kredit konsumsi tumbuh sebesar 13,14 persen.

Adapun intermediasi perbankan cukup baik dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) sebesar 83,16 persen dan profil risiko perbankan yang relatif terjaga dengan Non-Performing Loan (NPL) Nett sebesar 1,00 persen (September 2024: 0,96 persen)
Sementara itu, kinerja perbankan syariah tetap menunjukkan pertumbuhan positif dengan rincian Aset, DPK, Pembiayaan Kalsel secara yoy tumbuh 21,74 persen, 19,55 persen, dan 19,54 persen. Dimana Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 86,93 persen dan Non-Performing Finance Nett sebesar 0,73 persen.

Industri Keuangan Nonbank

Terdapat 1 Dana Pensiun yang berkantor pusat di Kalsel, yaitu Dana Pensiun BPD Kalsel. Total aset dana pensiun dalam 5 tahun terakhir (posisi September 2024) konsisten meningkat. Secara persentase, peningkatan aset dana pensiun sebesar 9,08 persen secara yoy, sedangkan secara ytd sebesar 6,65 persen.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan modal ventura di Kalsel posisi September 2024 sebesar Rp86 miliar.

Nominal pembiayaan tersebut meningkat 10,26 persen secara yoy. Adapun Non-Performing Financing (NPF) terjaga di angka 2,46 persen dan lebih rendah dibanding NPF Nasional 3,42 persen. 

“Kota Banjarmasin merupakan daerah tertinggi penyaluran pembiayaan tersebut dengan nilai Rp52 miliar atau sebesar 60,39 persen dari total penyaluran di Kalsel,” tutur Agus.

Sementara itu, peningkatan penyaluran pembiayaan oleh Perusahaan Pembiayaan (PP) sebesar 6,91 persen yoy. Penyaluran tertinggi diserap oleh kegiatan investasi, yaitu sebesar Rp5,9 triliun, diikuti oleh pembiayaan multiguna sebanyak Rp4,3 triliun, dan modal kerja sebesar Rp1,2 triliun. 

Non-Performing Financing (NPF) terjaga stabil di 1,58 persen, lebih rendah daripada Nasional (NPF:2,62 persen). 

Pertambangan dan Penggalian merupakan sektor ekonomi yang menyerap pembiayaan tertinggi di Kalsel.

Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau fintech peerto-peer lending di Kalsel juga mengalami peningkatan.

Posisi September 2024, outstanding pinjaman sebesar Rp825 miliar dengan jumlah rekening penerima pinjaman aktif sebanyak 276.073 entitas. 

Penyaluran pinjaman tersebut meningkat dua digit, sebesar 64,89 persen yoy. Outstanding Pinjaman LPBBTI di Dana yang diberikan oleh pemberi pinjaman di Kalsel sebesar Rp4,08 miliar, sedangkan penyaluran pinjaman Rp273,83 miliar.

Hal tesebut mengindikasikan bahwa dana lender yang dipinjam oleh borrower lebih banyak berasal dari luar Kalsel.

Perkembangan Pasar Modal

Per September 2024, sektor Pasar Modal di Kalsel menunjukkan pertumbuhan. Hal ini terlihat dari peningkatkan nilai kepemilikan saham, jumlah Single Investor Identification (SID), dan nilai transaksi saham secara berturut-turut sebesar 13,08 persen, 10,28 persen, dan 31,93 persen.

Sementara itu, dari sisi nilai penjualan APERD, tercatat sebesar Rp329 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 8.798 nasabah.

Kalsel menjadi provinsi dengan nilai kepemilikan saham tertinggi di antara provinsi lain seKalimantan, yaitu sebanyak Rp79,7 triliun. Di sisi lain, data OJK menunjukkan bahwa investor di Kalsel didominasi oleh individu (99,92 persen atau sebanyak 170.724 akun).

Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Per November 2024, OJK Provinsi Kalimantan Selatan telah melaksanakan 78 kegiatan edukasi dengan total peserta mencapai 10.203 orang.

Seluruh kegiatan edukasi telah mencakup 5 sasaran prioritas tahun 2024, yaitu Pelajar/Santri, Nelayan/Petani, Masyarakat 3T, Disabilitas, dan Pelaku UMKM.

Sementara itu dari sisi pelindungan konsumen, per November 2024 tercatat 2.630 layanan konsumen yang diterima melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), dengan rincian 2.228 pertanyaan, 347 pengaduan dan 55 informasi. 

Seluruh layanan konsumen telah ditanggapi oleh LJK terkait. Bank Umum Konvensional menjadi PUJK terbanyak yang menerima pengaduan, yaitu sebanyak 45 persen dari total pengaduan. 

Secara umum, terdapat lima jenis permasalahan yang terjadi di masyarakat Kalsel, di mana SLIK menempati posisi pertama. 

Selanjutnya, permintaan iDeb SLIK sejak Januari s.d. November 2024 sebanyak 10.747 permintaan, yang terdiri dari 4.172 permintaan daring dan 6.575 permintaan walk-in. Rerata OJK Provinsi Kalimantan memproses permintaan SLIK sebanyak 46 permintaan per hari.

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)
Penyaluran kredit melalui program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) posisi September 2024 telah dimanfaatkan oleh 5.306 debitur di Kalsel dengan total penyaluran sebesar Rp56 miliar.

Sementara itu, kegiatan edukasi yang dilaksanakan oleh TPAKD se-Kalsel sebanyak 64 kegiatan, penyaluran Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebanyak 1.790 hektar area pertanian, dan pembukaan rekening SimPel kepada 13.724 pelajar.

OJK bersama dengan seluruh seluruh pemangku kepentingan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, termasuk pemberdayaan masyarakat perdesaan melalui peresmian Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Desa Telaga Langsat pada Oktober 2024.

Program ini merupakan kerja sama dengan TPAKD Tanah Laut, lembaga jasa keuangan di daerah, baik perbankan maupun perlindungan ketenagakerjaan.  

Capaian implementasi program EKI terdiri dari pelaksanaan lima kegiatan edukasi mengenai pengenalan OJK, pengelolaan keuangan dan penguatan aspek digital, pemberdayaan perempuan melalui literasi keuangan, kelola keuangan sejak dini dan sosialisasi tentang jaminan ketengakerjaan. 

Adapun realisasi pembiayaan sebesar Rp1,2 miliar, pembukaan 48 rekening pelajar disertai dengan kegiatan pasar murah untuk membantu distribusi kebutuhan sembako ke desa.

Percepatan akses keuangan daerah juga didukung oleh program kolaborasi antar Lembaga Jasa Keuangan dan pemerintah daerah, di antaranya pengembangan budi daya padi apung. 

Terdapat 2 lokasi pengembangan budi daya padi apung, yaitu di desa Muning dan desa Siang Gantung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) untuk mendukung swasembada pangan sebagai salah satu Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Harapannya, sistem ini dapat menjadi sumber ekonomi baru dan memperluas akses keuangan bagi masyarakat Kalsel.

“OJK Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menjaga kinerja sektor jasa keuangan sehingga mampu berkontribusi dalam literasi, inklusi, serta ekonomi daerah yang menyejahterahkan masyarakat di Kalimantan Selatan,” pungkas Agus Maiyo.

Terpopuler

Sosok New Nissan Livina Terungkap, Apa Kata NMI?
Otomotif
Penandatanganan Nota kesepakatan yang dilakukan oleh PT. Arutmin Indonesia Site Asam-Asam dengan Politeknik Negeri Tala di Aula lantai dasar Gedung TI Politala, Kamis (18/3/2021).
Kembangkan Pertanian Terpadu Arutmin Asam-Asam Gandeng Politeknik Negeri Tala
Berita
Genjot PAD, Bapenda Tala Bakal Data Objek Pajak
Uncategorized
Kasus Covid-19 di Tala Tinggi Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Tahun Ajaran Baru
Uncategorized
kasus Covid-19 di Tala masih Tinggi
Kasus Covid-19 di Tala Tinggi Pembelajaran Tatap Muka Tunggu Tahun Ajaran Baru
Uncategorized

You Might Also Like

Rapat Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Naskah Akademis Raperda RPPLH

Aparat Desa Kupang Nunding Jadi Korban Perampokan, Belasan Juta Raib

Syairi Mukhlis Launching Aplikasi SIMTARU

Wamen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Soliditas Internal dalam Pelayanan Pertanahan

Gubernur Harum Tegaskan Pembangunan Kaltim Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas

Tingkatkan Kualitas Layanan Publik, Bupati Harap Aparatur Desa Excellent Service

Sambangi Kawasan Terpencil, Dandim 1002/HST Bersilaturahmi dengan Warga Dayak di Datar Batung

Pemkab Balangan MoU Dengan PA Amuntai Kelas 1B

Serap-Respons Keluhan Masyarakat Melalui Reses, Legislator Balangan Saiful Arif Janji Bantu Pecahkan Masalah

Januari-Februari 2024, Polres Tala Ungkap Belasan Kasus Narkoba dan Kriminal

TAGGED:Hulu Sungai SelatanKandanganOtoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Penyematan penghargaan Satyalancana Karya Satya oleh Staf Ahli Setda Balangan, Akhmad Fauzi kepada salah satu ASN di Aula Benteng Tundakan, Paringin Selatan Balangan. Foto: MC Balangan 88 ASN di Balangan Terima Penghargaan, Pemkab Serahkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya-SK Pensiun
Next Article Jajaran Dinas Pendidikan HST saat menerima empat penghargaan pada Anugerah BPMP Awards 2024. Foto: Disdik HST Pemkab HST Kembali Borong Empat Penghargaan di Bidang Pendidikan

Latest News

Sukamara
Pemprov Kalteng Salurkan Beragam Bantuan Jelang Idulfitri dan Nyepi di Sukamara
KALIMANTAN TENGAH Maret 15, 2026
Yamin
Wali Kota Yamin Dorong Seni Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Kesadaran Lingkungan
KALIMANTAN SELATAN Maret 15, 2026
Siring
Sidak Siring Menara Pandang, Wali Kota Yamin Soroti Fasilitas yang Perlu Diremajakan
KALIMANTAN SELATAN Maret 15, 2026
Wali Kota Banjarmasin
Wali Kota Banjarmasin Ajak Pengusaha hingga Legislator Perkuat Sinergi Penanganan Sampah
KALIMANTAN SELATAN Maret 14, 2026
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?