Oleh Onny Anggraini
IBU hamil di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut (Tala) antusias mengikuti pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin pada Sabtu (7/12/2024).
Pengabdian yang dilakukan para mahasiswa yang terdiri dari Anita, Dewi, Emelia, Nurmayanti, Mardiana, Onny, dan Pandu, yakni memberikan penyuluhan tentang gerakan perbaikan gizi ibu hamil terutama pada ibu hamil KEK, pemantauan penanaman bibit sayuran yang dilakukan kader dan evaluasi dari kegiatan pemberdayaan.
Sekilas informasi, tentang Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan keadaan di mana seseorang menderita ketidakseimbangan asupan gizi (energi dan protein) yang berlangsung menahun.
Status KEK sebelum kehamilan dalam jangka panjang dan selama kehamilan akan menyebabkan ibu melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Pada waktu hamil gizi sangat penting untuk pertumbuhan janin yang dikandung. Gizi ibu hamil yang baik diperlukan agar pertumbuhan janin berjalan pesat dan tidak mengalami hambatan.
Ibu hamil dengan keadaan kurang gizi yang kronis, mempunyai risiko yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), kematian saat persalinan, perdarahan, pasca-persalinan yang sulit karena lemah dan mudah mengalami gangguan kesehatan.
Dosen Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Efi Kristiana,S.ST, M.Kes selaku dosen pembimbing mengatakan, program pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan praktik mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat dan pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Inovasi gergazi bumil yang dilaksanakan ini bertujuan untuk mengurangi angka kenaikan ibu hamil KEK di wilayah Kecamatan Takisung, meningkatkan kebutuhan gizi ibu hamil KEK dan meningkatkan kesehatan ibu dan janin.
Inovasi ini memiliki beberapa kegiatan yang terorganisir dan terstruktur dengan baik melibatkan seluruh masyarakat, kader, lintas program dan lintas sektor dalam menjalankan inovasi ini, adapun kegiatan inovasi ini diantaranya:
1.Penyuluhan konseling tentang apa itu KEK.
2.Menyiapkan media pemantaun lila pada ibu hamil kek.
3.Pemberian tablet zat besi, susu dan makanan tambahan pada ibu hamil kek.
4.Pemberian bibit tanaman berupa sayur-sayuran dan media tanam pada ibu hamil kek serta dilakukan pemantaun.
Inovasi “gerakan perbaikan gizi ibu hamil” ini, diharapkan memberikan manfaat yang banyak dan memberikan kontribusi dalam penurunan ibu hamil KEK dan kesadaran akan pentingnya kebutuhan gizi pada masa kehamilan.
Muhammad Luthfi Akbar, selaku PLT Camat Takisung mengapresiasi, serta mendukung penuh kegiatan tersebut.
Pihaknya pun berharap melalui kegiatan inovasi ini dapat meningkatkan kesehatan gizi ibu hamil di wilayah Kecamatan Takisung dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Takisung Sutanti menambahkan kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan banyak manfaat, terutama pada puskesmas dalam bidang kesehatan ibu dan anak.
“Harapan ke depanya tidak ada lagi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Takisung yang Kekurangan Energi Kronik karena adanya inovasi ini. Karena kehamilan yang sehat akan menciptakan generasi yang cerdas,” harapnya.
——————————————————————————————————————————————————
Penulis merupakan Mahasiswa RPL Prodi Kebidanan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.


