lenterakalimantan.com. BANJARMASIN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banjarmasin telah dimulai sejak 6 Januari 2025 lalu.
MBG di Banjarmasin menyasar lebih dari 6.631 siswa, program yang dilaksanakan di 14 sekolah dari tingkat PAUD sampai SMA/SMK.
Di SDN Pangeran 3 Jalan Karya Sabumi Raya 8 menjadi salah satu sekolah percontohan yang melaksanakan MBG.
Kepala Sekolah SDN Pangeran 3, Lailan Supinah, menjelaskan awal mula terpilihnya sekolah mereka tidak melalui sosialisasi terlebih dahulu.
Namun, pihaknya hanya diberi tahu oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat pada 4 Januari 2025 menjelaskan bahwa SDN Pangeran 3 terpilih menjadi sekolah uji coba MBG.
“Saya rasa pertimbangannya adalah sekolah dekat dengan pihak Katering Pasadana,” jelasnya.
Jadwal SDN Pangeran 3 berlangsung sampai Sabtu, akan tetapi boks makanan hanya tersedia pada Senin sampai dengan Jumat.
“Sabtu tidak ada boks makanan dan susu hanya tersedia pada Jumat,” ucapnya.
Adapun pelaksanaan MBG dibagi menjadi dua sesi, sesi pagi dimulai pukul 09.00 Wita untuk siswa kelas 1, 2, dan 3.
Kemudian pada sesi siang dimulai pukul 11.30 Wita untuk siswa kelas 4, 5 dan 6. Menunya pun bervariasi disesuaikan dengan preferensi usia siswa.
Terkait peran sekolah, Lailan menjelaskan sekolah diwajibkan untuk mendata berat badan dan lingkar lengan siswa di awal bulan pelaksanaan MBG sebagai bahan tinjauan dampak program yang kemudian akan diukur lagi pada bulan berikutnya.
“Pekerjaan guru jadi bertambah, tak lagi hanya mengajar, tetapi juga ikut membagikan boks makanan, menimbang berat badan serta mengukur lingkar lengan anak-anak. Itu kan memerlukan waktu dan tenaga lagi ya,” tuturnya.
Sejauh ini, Lailan tidak menerima keluhan serius mengenai makanan yang disajikan. “Belum ada laporan alergi dari siswa. Kalau mereka tidak suka dengan salah satu menunya, kadang diberikan kepada temannya,” ucapnya.
MBG merupakan berkah bagi sekolah yang berstatus rata-rata menengah ke bawah ini sebab program ini meningkatkan antusiasme siswa untuk hadir di sekolah.
“Anak-anak jadi bersemangat dan terbantu karena biasanya jarang makan makanan tertentu di rumah seperti buah, daging dan sayur. Para guru juga memberikan pengertian mengenai pentingnya makan-makanan yang bergizi kepada siswa,” ujarnya.
Gusti Nur Latifah, salah satu siswa kelas 6 menyambut program ini dengan antusias.
“Biasanya teman-teman beli makanan di luar, tetapi semenjak ada MBG kami makan bersama-sama di dalam kelas dan menghemat uang jajan,” ucapnya.
Temannya, Febri Amalia, siswa kelas 6 menjelaskan ia menyenangi menu MBG terkhususnya buah-buahan. “Saya jarang makan buah di rumah, tapi di MBG saya jadi sering makan. Semang tadi dapat semangka,” katanya.
Lailan juga mengungkapkan sisi lain siswa SDN Pangeran yang menurutnya memprihatinkan, anak-anak setiap Jumat pergi mencari bantuan atau makanan gratis di jalan-jalan. Kadang jika pulang dengan tangan kosong kena marah orang tuanya. Adanya MBG membantu mengurangi intensitas mereka keluyuran di jalanan.
“Harapannya program ini tetap berlanjut. Karena banyak sekolah yang ingin dapat program MBG tetapi belum,” pungkasnya.
Selain SDN Pangeran 3, terdapat 13 sekolah lainnya dari tingkat PAUD sampai SMA/SMK yang berada di Banjarmasin Selatan antara lain SDN Pemurus Baru 2, SDN Pemurus dalam 8, SMPN 19 Banjarmasin, SMPN 18 Banjarmasin, SMAN 9 Banjarmasin dan SMAN 10 Banjarmasin. Kemudian, di Banjarmasin Utara ada TK Trisula II Perwari Banjarmasin, TK Adhyaksa XIV, SMPN 24 Banjarmasin, SMPN 21 Banjarmasin, SMPN 13 Banjarmasin dan SMKN 4 Banjarmasin.


