lenterakalimantan.com, TANJUNG – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tanjung, mulai menjalankan program pembinaan dengan menebar benih ikan lele dan nila di kolam terpal yang disiapkan oleh pihak Lapas, Rabu (22/1/2025).
Penyebaran benih ikan ini dilakukan di beberapa kolam terpal yang telah disediakan di area Lapas. Setiap kolam akan diisi dengan ratusan benih ikan lele dan nila yang diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam waktu beberapa bulan mendatang.
Diketahui, penebaran bibit ikan lele ini ada sebanyak 1.000 ekor, sedangkan bibit nila sebanyak 1.000 ekor ditempatkan di 4 kolam terpal dengan rincian 500 ekor per kolam.
Kepala Lapas Tanjung, Hakim Sanjaya, mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan keterampilan baru bagi warga binaan, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha perikanan.
Selain itu, melalui budidaya ikan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk belajar tentang budidaya ikan dan kewirausahaan.
“Program budidaya ikan lele dan nila ini kami harap bisa memberikan manfaat bagi warga binaan. Selain untuk pengembangan keterampilan, ini juga merupakan upaya kami untuk mengurangi ketergantungan pada anggaran Lapas dengan menghasilkan produk yang bisa dimanfaatkan, baik untuk konsumsi dalam Lapas maupun di luar,” ujar Hakim.
Dengan adanya program ini, diharapkannya juga warga binaan Lapas Tanjung dapat memperoleh manfaat positif, baik dari segi keterampilan maupun kesejahteraan, serta bisa kembali berkontribusi pada masyarakat setelah menjalani masa hukuman.
Sementara salah seorang warga binaan, dengan inisial B, mengungkapkan rasa antusiasmenya mengikuti program ini. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dan membuka peluang usaha yang bisa dijalani setelah bebas.
“Kami sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini. Selain belajar tentang budidaya ikan, kami juga bisa memperoleh keterampilan lain yang berguna nantinya,” katanya.
Selain program budidaya ikan, Lapas Tanjung nanti juga akan melaksanakan berbagai pembinaan lainnya, seperti pelatihan keterampilan menjahit, pertanian, dan kerajinan tangan, yang bertujuan untuk mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat.


