lenterakalimantan.com, RANTAU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapin menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi dan Penyusunan Laporan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024, pada Jumat (21/2/2025).
FGD yang berlangsung di Aula Kantor KPU Tapin ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Komisioner Bawaslu Fadzlur Rahman, perwakilan organisasi masyarakat (Ormas), LSM, media massa, tim pemenangan pasangan calon (Paslon), pemantau pemilu, serta instansi terkait lainnya.
Acara dibuka oleh Komisioner KPU Tapin Divisi Teknis Penyelenggaraan, Irvan Rafi’an, serta dihadiri oleh Mahnuradi (Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan), Tsauban Abqorie (Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat), serta Fathur Rahman Noor (Divisi Teknis Penyelenggara).
Menurut Irvan Rafi’an, FGD ini bertujuan untuk mendapatkan, memvalidasi, serta mengklarifikasi data berdasarkan instrumen evaluasi guna memperkuat pemahaman mengenai pelaksanaan Pilkada 2024 di Tapin.
“Diskusi ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan penyusunan laporan terhadap pelaksanaan Pilkada 2024, baik untuk pemilihan gubernur maupun bupati di Kabupaten Tapin,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa dalam FGD ini, pihaknya mengundang berbagai elemen, termasuk Bawaslu, media massa, pemantau pemilu, peserta pemilu, serta perwakilan dari pemerintah daerah seperti Dukcapil dan Kesbangpol.
Terkait tingkat keberhasilan Pilkada Tapin, Irvan menyampaikan bahwa partisipasi pemilih mencapai 84%, angka yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa tidak ada sengketa pemilu yang terjadi, sehingga proses Pilkada berlangsung aman dan kondusif.
“Alhamdulillah, dari sisi partisipasi, capaian kita cukup tinggi, yakni 84%. Selain itu, kita juga bersyukur karena tidak ada sengketa yang terjadi. Secara umum, Pilkada di Kabupaten Tapin berjalan dengan baik, lancar, dan aman,” tambahnya.
Dalam FGD ini, KPU Tapin membahas empat aspek utama, yakni tahapan pemilihan, non-tahapan pemilihan, kelembagaan, serta faktor eksternalitas yang berpengaruh terhadap jalannya Pilkada.
Dengan hasil evaluasi ini, diharapkan penyelenggaraan pemilu ke depan dapat semakin baik dan partisipasi masyarakat terus meningkat.


