Akhiri Rakornas Ke-15, Panitia Mengajak Peserta Berkunjung ke Pasar Terapung

Salah satu perahu atau klotok yang di tumpangi peserta Rakornas ke-15 di serbu para penjual di Pasar Terapung Lok Baintan, Rabu (12/6/2024). Foto: Arsyad/lenterakalimantan.com
Salah satu perahu atau klotok yang di tumpangi peserta Rakornas ke-15 di serbu para penjual di Pasar Terapung Lok Baintan, Rabu (12/6/2024). Foto: Arsyad/lenterakalimantan.com

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Hari terakhir agenda Komisi Informasi Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ke-15 gelar wisata susur sungai ke Pasar Terapung Lok Baintan, Rabu (12/6/2024).

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha. Foto: Arsyad/lenterakalimantan.com
Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha. Foto: Arsyad/lenterakalimantan.com

Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Arya Sandhiyudha kepada awak media mengungkapkan Pasar Terapung merupakan salah satu objek wisata yang ada di Kalsel.

Bacaan Lainnya

“Salah satu wisata tradisional Kalsel, jadi kita senang bisa melihat bagaimana bentuk pasar yang unik dalam pelayanannya karena berada di sungai,” ungkapnya.

Arya menjelaskan perlu adanya ide-ide inovasi lain bagaimana mengoptimalkan sungai sebagai sumber ekonomi pariwisata ke depannya.

“Sekarang sudah sangat menarik karena banyak yang berkunjung. Tapi kalau kita hanya mengandalkan kunjungan dari unsur wisatawan yang datang untuk membeli dan melakukan transaksi jual beli untuk warga yang berjualan di perahu,” jelas Arya.

“Nanti suatu masa-masa tertentu akan mengalami krisis jadi kita juga harus membantu bagaimana ada sistem atau variasi lain,” imbuhnya.

Selanjutnya, Arya mengaku saat itu dia banyak berbelanja di pasar tradisional Kalsel tersebut.

“Saya sempat banyak belanja juga tadi, jadi prinsipnya yang datang juga ingin ikut berpartisipasi dalam memajukan ekonomi warga Kalsel. Tapi kami ingin sekali melihat pada masa mendatang Kalimantan Selatan bisa di modifikasi dan variasi ekonomi masyarakat sekitar sungai tetap tumbuh, berkembang, sejahtera dengan variasi baru tanpa bergantung pada wisatawan yang berkunjung,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *