lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perekonomian daerah ini pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 3,79 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, jika dibandingkan dengan triwulan IV 2025 (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Kalteng mengalami kontraksi cukup dalam sebesar 7,46 persen.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Kalteng, Maria Wahyu Utami, menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalteng atas dasar harga berlaku (ADHB) pada triwulan I 2026 mencapai Rp61,0 triliun. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat sebesar Rp30,8 triliun.
“Secara umum, struktur ekonomi Kalteng masih didominasi oleh sektor primer,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 23,00 persen. Disusul industri pengolahan sebesar 16,53 persen, perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,83 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 10,49 persen. Keempat sektor tersebut menyumbang total 62,85 persen terhadap perekonomian Kalteng.
Sementara dari sisi pengeluaran, struktur PDRB masih didominasi oleh komponen ekspor barang dan jasa yang mencapai 56,79 persen.
Komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga menyusul dengan kontribusi 38,48 persen, diikuti pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 34,71 persen, serta pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 10,38 persen.
Adapun impor barang dan jasa yang menjadi faktor pengurang dalam PDRB tercatat memiliki kontribusi sebesar 42,08 persen.
Secara tahunan, pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada kategori administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib yang tumbuh 14,39 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 5,16 persen.
Dalam lingkup regional Kalimantan, kontribusi ekonomi masih didominasi oleh Provinsi Kalimantan Timur dengan porsi 46,48 persen. Sementara Kalimantan Tengah berada di posisi keempat dengan kontribusi sebesar 12,39 persen.
Editor: Rizki


