Lenterakalimantan.com, RANTAU – Ketua TP PKK Kabupaten Tapin, Hj Faridah Yamani, menyerahkan bantuan dan menekankan pentingnya pencegahan stunting dalam pertemuan peningkatan kemampuan Keluarga (P2K2) dan Program Keluarga Harapan (PKH) terintegrasi dengan kegiatan Stunting di Kecamatan Salam Babaris, Senin (24/03/25).
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Dinas Sosial Tapin, perangkat desa, kader Posyandu, serta jajaran TP PKK kabupaten, kecamatan, dan desa.
Hj Faridah Yamani menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama. Hal ini menyebabkan anak menjadi pendek dan pertumbuhannya terganggu akibat kekurangan asupan gizi.
“Banyak faktor yang menyebabkan anak stunting, selain kurangnya asupan gizi, baik dari kehamilan hingga seribu hari kelahiran yang harus diperhatikan,” ungkap Hj Faridah.
Ia mencontohkan, pernikahan di usia muda dapat menjadi penyebab stunting, karena masa pertumbuhan anak seharusnya diprioritaskan, bukan untuk hamil dan melahirkan.
“Menikah di usia anak dan kemudian hamil, maka asupan gizi juga akan terbagi, selain untuk kebutuhan ibu itu sendiri dan kebutuhan gizi pada janin atau anak yang di kandung, sehingga perkembangan ibu akan terganggu begitu pula perkembangan janin,” jelasnya.
Hj Faridah menekankan bahwa Program PKH terintegrasi stunting merupakan program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan pencegahan stunting. Sosialisasi dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan Balita diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya stunting.
“Faktor sanitasi lingkungan juga sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak,” tambah Hj Faridah.
Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting, sehingga tercipta generasi muda yang sehat dan berkualitas.


