lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Lebaran adalah momen yang dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia. Jutaan orang melakukan perjalanan jauh demi berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, di balik semangat mudik, ada berbagai tantangan yang dihadapi para pemudik, mulai dari kelelahan, kepadatan arus penyeberangan, hingga kesulitan membawa barang bawaan.
Melihat kondisi tersebut, Satuan Tugas Pramuka Peduli (Satgas PP) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Tanah Bumbu mendirikan Posko Karya Bakti Lebaran (KBL) 2025 di Pelabuhan Penyeberangan Feri Batulicin. Posko ini mulai beroperasi sejak 26 Maret hingga 5 April 2025, dengan misi utama membantu para pemudik agar perjalanan mereka lebih nyaman dan aman.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Tanah Bumbu, H. Eka Saprudin, menyampaikan apresiasi atas semangat para anggota Pramuka yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia menilai partisipasi mereka bukan sekadar tugas, tetapi juga bentuk nyata dari nilai-nilai luhur Gerakan Pramuka.
“Saya melihat kegiatan ini merupakan pengamalan Dasa Darma Pramuka yang kelima, yaitu ‘Rela Menolong dan Tabah’. Anak-anak Pramuka ini tidak hanya membantu pemudik, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi. Semoga semua ini menjadi amal ibadah bagi kita semua,” ujarnya penuh haru.
Menurutnya, Karya Bakti Lebaran adalah kesempatan bagi anggota Pramuka untuk mengabdi kepada masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan kepedulian ekstra seperti arus mudik Lebaran.
Di posko yang telah didirikan, para anggota Satgas Pramuka Peduli Tanah Bumbu memiliki berbagai tugas. Mereka membantu pemudik membawa barang bawaan, memberikan panduan rute dan informasi penyeberangan, hingga menyediakan tempat istirahat sementara bagi mereka yang kelelahan.
Salah satu pemudik, H. Syamsudin (56), warga asal Kotabaru, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan Satgas Pramuka Peduli.
“Saya membawa banyak barang untuk keluarga di kampung. Begitu sampai di pelabuhan, saya sempat kebingungan. Alhamdulillah, anak-anak Pramuka ini sigap membantu. Mereka ramah dan cepat tanggap. Ini benar-benar menolong,” ungkapnya dengan senyum.
Tidak hanya membantu dalam aspek fisik, keberadaan posko ini juga memberikan dukungan moral bagi pemudik yang mungkin merasa kelelahan atau kesulitan selama perjalanan panjang mereka.
Untuk mengakomodasi kebutuhan pemudik, Posko Karya Bakti Lebaran juga dilengkapi dengan Rest Area sederhana yang menyediakan velbed (tempat tidur lipat) bagi pemudik yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
H. Eka Saprudin juga memberikan pesan penting kepada seluruh petugas yang bertugas di Posko Karya Bakti Lebaran.
“Menolong orang lain itu mulia, tapi jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan. Kita harus tetap fit agar bisa terus memberikan pelayanan terbaik. Selain itu, jangan lupakan kewajiban ibadah. Kita membantu pemudik, tetapi jangan sampai meninggalkan salat,” pesannya kepada anggota Satgas Pramuka.
Di tengah padatnya arus mudik, kehadiran para relawan dari Pramuka ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih terjaga di tengah masyarakat.
Supervisor Pelabuhan Feri Batulicin, Imron, juga mengungkapkan apresiasinya terhadap keterlibatan Pramuka dalam membantu kelancaran arus penyeberangan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik Pramuka. Mereka bukan hanya membantu pemudik membawa barang, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman di pelabuhan. Ini adalah kontribusi yang sangat berarti,” tuturnya.
Karya Bakti Lebaran yang dilakukan Satgas Pramuka Peduli Tanah Bumbu ini adalah salah satu dari banyak aksi sosial yang rutin dilakukan Pramuka dalam berbagai momen penting. Dengan semangat tanpa pamrih, mereka terus berusaha memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di momen-momen penting seperti mudik Lebaran.
Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, ada tangan-tangan kecil yang dengan penuh ketulusan membantu para pemudik. Mereka adalah generasi penerus yang belajar tentang arti pengabdian, kepedulian, dan gotong royong—nilai-nilai yang semakin langka di zaman modern ini.
Bagi para pemudik yang melintas di Pelabuhan Feri Batulicin, kehadiran posko ini bukan sekadar tempat singgah, tetapi juga sebuah bukti bahwa kebaikan masih ada di setiap perjalanan pulang menuju kampung halaman.
Editor: Muhammad Tamyiz


