lenterakalimantan.com, RANTAU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapin bersama PT Bhumi Rantau Energi (BRE) terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui program pemilahan sampah berbasis insentif.
Melalui program “Tukar Sampah Jadi Sembako”, kegiatan ini digelar untuk memberikan edukasi bahwa sampah rumah tangga, terutama plastik dan kertas, memiliki nilai ekonomi jika dipilah dan dikelola dengan benar.
Masyarakat yang menukarkan sampah plastik dan kertas akan mendapatkan sembako sesuai dengan jumlah yang ditukar. Misalnya, satu kilogram sampah plastik bisa ditukar dengan sirup, mi instan, atau sarden. Kemudian, dua kilogram sampah dapat ditukar dengan minyak goreng, mi instan, dan sarden. Sementara tiga kilogram sampah bisa ditukar dengan beras, minyak goreng, sirup, mi instan, dan sarden.
Kepala DLH Tapin, Ir. H. Nordin, M.S., mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pemilahan sampah sejak dari rumah.
“Inovasi ini menjadi bentuk edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah. Selain berdampak pada lingkungan, mereka juga mendapatkan manfaat ekonomi,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program ini, DLH Tapin didukung oleh PT BRE yang menyediakan kebutuhan sembako untuk ditukarkan dengan sampah.
“Harapan kami, semakin banyak perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam gerakan pemilahan sampah dari rumah ini. Artinya, jika masyarakat bersedia memilah sampah, mereka bisa menukarkannya dengan sembako,” pungkas Nordin.
Editor: Rian


