lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemkab Balangan, melalui BKPSDM bekerja sama dengan Borneo Learning Center menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Policy Brief bagi Jabatan Fungsional Analis Kebijakan (JFAK) dan calon JFAK, yang berlangsung pada 3–4 Mei 2025 di Hotel Harper Banjarmasin.
Sebanyak 67 peserta dari berbagai SKPD mengikuti pelatihan ini guna meningkatkan kemampuan dalam menyusun policy brief atau risalah kebijakan sebagai instrumen penting dalam pengambilan keputusan berbasis bukti.
Hal ini diungkapkan oleh Plh Sekretaris Daerah Balangan, Sufriannor, yang juga menjabat sebagai Kepala BKPSDM setempat, Selasa (6/5/2025).
“Saya berpesan agar para analis kebijakan berani mengkritisi kebijakan yang tidak tepat, dan memberikan solusi konstruktif demi kemajuan daerah,” ucapnya.
Di kesempatan itu, narasumber utama, Haris Faozan, JFAK Ahli Utama dari LAN RI, menegaskan pentingnya peran analis kebijakan sebagai garda depan dalam menghasilkan rekomendasi yang tajam dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Analis Kebijakan harus bangga dengan jabatannya. Mereka adalah inovator kebijakan yang bisa membuat perubahan nyata,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori dan struktur ideal policy brief, tetapi juga dilatih langsung menyusunnya. Sebagai narasumber utama, Haris turut memperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung proses penulisan dan riset kebijakan.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi yang hidup. Antusiasme peserta tampak tinggi selama dua hari kegiatan.
Berkenaan dengan hal ini, salah seorang guru di SMPN 1 Paringin, mengungkapkan, bahwa materi yang disampaikan sangat aplikatif, terlebih dapat membantu seseorang dalam membuka wawasan.
“Saya jadi lebih semangat, tercerahkan soal bagaimana menyusun policy brief yang efektif dan relevan,” beber Norlatifah.
Hal serupa juga disampaikan Siti Patimah, yang notabennya adalah seorang peneliti dari Bapperida Balangan. Menurutnya, kegiatan ini mampu, membuka mindset peserta mengenai pentingnya risalah kebijakan sebagai dokumen strategis.
“Kemampuan merangkum isu kompleks menjadi rekomendasi yang jelas, dan actionable adalah keterampilan krusial,” katanya.
Didik Haryanto, JFAK dari Setda Balangan, menilai bimtek ini sebagai pelatihan dasar yang sangat bermanfaat.
“Tinggal kita rajin praktik dan peka terhadap isu-isu aktual,” tuturnya.
Sebagai pendamping kegiatan, Reza Fahdina dari BKPSDM Balangan turut mengapresiasi penyampaian materi yang energik dan informatif.
Kegiatan ditutup oleh Kholik Mawardi, mewakili Kepala Bidang PSDM BKPSDM. Ia berharap agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kualitas kebijakan daerah.
“Bimtek ini merupakan wujud komitmen Pemkab Balangan dalam membentuk SDM aparatur yang tidak hanya memahami kebijakan, tetapi juga mampu merumuskannya secara strategis dan berbasis bukti,” pungkasnya.
Editor: Rian


