lenterakalimantan.com, TANJUNG – Ratusan buruh di Kabupaten Tabalong memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) dengan syukuran dan bakti sosial, di halaman Pendopo Bersinar, Kamis (1/5/2025).
Dalam kegiatan ini hadir Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, Wabup Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, seluruh unsur Forkopimda Tabalong dan sejumlah pejabat terkait.
Bakti sosial ini melibatkan sejumlah anak panti asuhan di Kabupaten Tabalong. Mereka diberikan santunan dan bantuan sosial dan doorprize 3 unit sepeda. Kemudian ada bingkisan untuk anggota buruh yang sakit berkepanjangan sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan para pekerjaan.
Adapun ratusan buruh ini tergabung dalam FSP-KEP (Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi Pertambangan, Minyak, Gas dan Umum) Tabalong.
BACA JUGA : Bupati Tabalong Berupaya Hidupkan Kembali Bandar Udara Warukin
Pada Mayday kali ini, Ketua DPC FSP-KEP Tabalong, Sahrul, menyampaikan beberapa tuntutan yang menjadi aspirasi dalam peringatan Hari Buruh Internasional kali ini.
Adapun tuntutan yang disampaikan, tolak efisiensi anggaran pendidikan, infrastruktur, kesehatan dan pertanian. Tingkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabalong.
Stop PHK massal (sebagai respons terhadap dampak kebijakan tarif AS) bentuk UU buruh yang baru (libatkan pekerja dalam penyusunan), bayar upah layak (bagi semua buruh) sahkan RUU PPRT.
Selanjutnya, hapus outsourcing; lawan korupsi (sahkan UU perampasan aset) PPH 21 harus ditanggung pengusaha (pemberi kerja), PT Adaro harus mengakui setiap 1 Mei adalah hari libur nasional sesuai ketetapan pemerintah.
Hapus larangan bekerja di PT Adaro selama 5 tahun jika mendapatkan sanksi permit lubang 6 pengusaha harus mengurangi inspeksi operator bawa HP perbanyak inspeksi APD sepatu tidak layak.
Kemudian, pengusaha harus mereformasi pengelolaan, distribusi dan penyediaan APD sepatu safety untuk memastikan ketersediaan APD yang rusak dapat segera diganti.
BACA JUGA : Bupati Tabalong Buka Smanta Empire 2025
Sementara itu, Bupati Tabalong HM Noor Rifani, di hadapan ratusan buruh menanggapi beberapa tuntutan yang disampaikan tersebut, terkait efisiensi yang dilakukan pihaknya lebih kepada kegiatan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami pastikan program prioritas kami Tabalong Smart terkait dengan pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur merupakan program yang jadi prioritas mulai tahun pertama sampai tahun kelima nanti,” ungkapnya.
Editor : Tim Redaksi


