lenterakalimantan.com, ACEH – Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan empat pulau ke wilayah Provinsi Aceh mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan.
Salah satu yang menyuarakan dukungannya adalah pengamat politik Jhon Sitorus. Ia menyebut langkah Presiden Prabowo sebagai keputusan yang tepat.
“Keputusan Prabowo sudah sangat tepat, 4 Pulau Aceh kembali ke pangkuan Serambi Mekkah,” tulis Jhon melalui akun X @jhonsitorus_19 pada 17 Juni 2025.
Dalam unggahannya, Jhon juga menyinggung kemunculan dua tokoh penting dalam sejarah perdamaian Aceh, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, yang kembali aktif menyuarakan kepedulian terhadap kondisi di Aceh.
Ia menilai kehadiran Prabowo dan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam satu momen kebersamaan merupakan sinyal positif bagi persatuan nasional.
“Semoga persahabatan Prabowo–Muzakir Manaf terjalin selamanya untuk Indonesia yang seutuhnya,” lanjutnya.
Jhon menekankan pentingnya menjaga perdamaian yang telah dibangun sejak 2001 hingga penandatanganan MoU Helsinki pada 2005.
“Jangan hidupkan lagi hantu gejolak masa lalu. Indonesia hanya bisa maju jika kita tidak saling mengusik,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo secara resmi menetapkan empat pulau yang sebelumnya menjadi sengketa kini masuk dalam wilayah administratif Aceh. Keempat pulau tersebut adalah Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek.
Sebelum penetapan tersebut, keempat pulau ini secara administratif berada di bawah wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Namun secara historis, kawasan itu pernah dikelola oleh Kabupaten Aceh Singkil.
Keputusan final disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada 17 Juni 2025.
“Berdasarkan dokumen resmi yang dimiliki pemerintah, keempat pulau tersebut masuk ke wilayah administratif Aceh,” ujar Prasetyo.
Editor: Muhammad Tamyiz


