lenterakalimantan.com, TANJUNG – Sebanyak 32 peserta mengikuti pelatihan intensif sebagai operator alat berat. Pelatihan ini diselenggarakan di Workshop Alat Berat Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Tabalong, Jalan Nan Sarunai, Kecamatan Murung Pudak, Rabu (16/7/2025).
Pelatihan ini dilakukan dalam rangka wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pelatihan ini mencatat animo pendaftar yang sangat tinggi. Dari 644 calon peserta, hanya 103 orang yang lolos seleksi administrasi, mengingat sebagian besar pendaftar berasal dari luar Tabalong.
Proses seleksi ketat kemudian dilanjutkan dengan pengecekan fisik oleh pihak TNI, menyisakan 65 orang. Setelah seleksi wawancara, jumlah peserta mengerucut menjadi 45 orang.
Plt Kepala Disnaker Tabalong, Hadi Ismanto, menjelaskan pada tahap akhir psikotes dan medical check-up (MCU), hanya 32 peserta terbaik yang berhasil lolos.
“Mereka adalah putra terbaik Tabalong yang telah melalui serangkaian seleksi ketat mulai dari administrasi, fisik, wawancara, hingga psikotes dan MCU,” ujarnya.
Lebih rinci ucap Hadi, 32 peserta ini dibagi menjadi dua kelas, 16 orang untuk Operator Excavator dan 16 orang untuk Operator Wheel Loader.
Pelatihan Operator Alat Berat ini merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di Tabalong, didukung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabalong Tahun 2025.
“Inisiatif ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam berinvestasi pada peningkatan kapasitas SDM lokal guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Tabalong,” katanya.
Selama 35 hari, para peserta akan dibekali pengetahuan dan keterampilan esensial untuk mengoperasikan alat berat secara efektif, efisien, dan aman.
Pelatihan ini juga mendapatkan dukungan dari instruktur ahli yang berasal dari perusahaan-perusahaan terkemuka di bidangnya, yaitu PT Sapta Indra Sejati (SIS), PT Bumi Makmur Mandiri Utama (Buma), dan PT Putra Perkasa Abadi (PPA).
Hadi menambahkan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang prinsip kerja dan fungsi berbagai jenis alat berat, mengembangkan keterampilan praktis peserta dalam mengoperasikan alat berat sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Selain itu juga menanamkan kesadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengoperasian alat berat.
“Dengan demikian, kami berharap dapat menghasilkan operator alat berat yang profesional, kompeten, dan siap kerja,” ucapnya.
Bupati Tabalong, H M Noor Rifani, saat membuka pelatihan ini di Workshop Alat Berat Disnaker Tabalong, menyampaikan, program ini adalah hasil sinergi positif antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pendidikan.
“Kami berharap para peserta dapat mengikutinya dengan serius, disiplin, dan semangat tinggi, sehingga nantinya siap terjun ke lapangan dengan kompetensi yang mumpuni,”pesan Bupati.
H Fani juga berharap ke depan akan semakin banyak pelatihan berbasis kompetensi serupa, yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan regional.
“Ke depan, akan banyak kegiatan yang didukung dari dana APBN yang sesuai dengan kebutuhan dan pangsa pasar terkait keterampilan yang diperlukan di Tabalong,” katanya.
Editor: Rian


