lenterakalimantan.com, TANJUNG – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tabalong menerima kunjungan dan silaturahmi dari lima organisasi penyandang disabilitas yang ada di ‘Bumi Saraba Kawa’, di aula Disnaker setempat, Senin (7/7/2025).
Lima organisasi yang hadir dalam kesempatan tersebut yakni Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (GERKATIN), Perkumpulan Keluarga Penyandang Tuna Daksa (PIKPOTADS), dan National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Tabalong.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Tabalong sebagai bentuk dukungan lintas sektor terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.
Kunjungan ini bertujuan mempererat sinergi dan koordinasi antara organisasi penyandang disabilitas dengan pemerintah daerah, khususnya Disnaker Kabupaten Tabalong, dalam rangka mendorong implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut, setiap perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen tenaga kerja disabilitas, dan minimal 2 persen bagi BUMN maupun BUMD.
Selain itu, pertemuan ini juga mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.
Dalam kesempatan tersebut, dua aktivis disabilitas, Jamri Fiqri Badali dan Hervita Liana, menyampaikan sejumlah aspirasi dan harapan kepada pemerintah daerah.
Jamri Fiqri Badali menekankan pentingnya upaya pemerintah daerah untuk aktif membangun lingkungan kerja yang inklusif dan ramah disabilitas, serta memastikan perusahaan-perusahaan di Tabalong memberikan ruang kerja bagi penyandang disabilitas.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Dinas Tenaga Kerja Tabalong dapat menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat bagi perwakilan perusahaan, memberikan kuota kerja untuk penyandang disabilitas di perusahaan-perusahaan, serta menciptakan pelayanan publik yang benar-benar ramah disabilitas,” ujar Jamri.
Sementara itu, Hervita Liana secara khusus menyuarakan harapan agar pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi penyandang disabilitas melalui pelatihan kerja.
“Kami sangat berharap agar Dinas Tenaga Kerja Tabalong dapat memberikan kuota khusus ataupun menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang memang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan keterampilan dan bisa bersaing di dunia kerja,” katanya.
Di kesempatan yang sama, Plt Kepala Disnaker Kabupaten Tabalong diwakili Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Fahmi Saputra menyampaikan apresiasi atas inisiatif organisasi disabilitas yang telah membangun komunikasi dan dialog positif bersama pemerintah.
“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kunjungan serta masukan dari rekan-rekan organisasi penyandang disabilitas,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi sekaligus memperluas peluang kerja yang inklusif di Kabupaten Tabalong.
“Disnaker Tabalong berkomitmen untuk terus berupaya menghadirkan program-program ketenagakerjaan yang ramah bagi penyandang disabilitas, serta membuka ruang pelatihan dan penempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki,” ungkap Fahmi Saputra.
Kegiatan ini diharapkannya, dapat menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan komunitas disabilitas dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif serta menjamin kesetaraan hak dan kesempatan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
Editor: Rian


