lenterakalimantan.com, PELAIHARI – UPT Peralatan dan Pengujian Material Konstruksi pada Dinas PUPRP Kabupaten Tanah Laut (Tala) bakal mengajukan alat berat baru.
Sebab tidak semua alat yang sudah ada bisa berfungsi dengan baik, kerap mengalami kerusakan karena faktor usia yang sudah tua.
Kepala UPT Peralatan dan Pengujian Material Konstruksi di Dinas PUPRP Tala Ramadhani Suryanata mengatakan, banyak armada yang dikelolanya termakan usia lebih dari lima tahun.
Ia melihat armada yang sudah ada semakin tahun kerap mengalami kerusakan.
Maka dari itu pihaknya mengajukan pengadaan alat baru jenis excavator pc 200, dan truk towing untuk angkutan alat berat.
“Kalau sudah ada angkutan towing, semoga bermanfaat nantinya bagi warga Tala, yang terkena musibah kecelakaan, kegunaan truk ini untuk menarik kendaraan,” katanya. Jumat (10/11/2023).
Ramadhani menjelaskan, ada 5 alat yang dikelolanya dengan usia lebih dari 5 tahun. Rencana ke depan tiap tahunnya mengajukan pembelian alat baru banyak dan jenisnya nanti bisa disesuaikan.
“Alat yang sudah lebih dari 5 tahun, bisa bisa dilakukan penghapusan aset dengan cara proses lelang nantinya bisa menguntungkan ke daerah,” ujarnya.
Kenapa alat dari Workshop DPUPRP ini banyak disewakan keluar daerah? Ramadhani mengatakan, guna menghasilkan pendapatan ke daerah dan mencapai target yang sudah ditentukan oleh daerah.
Maka pihaknya, mengambil langkah konkret. Selama di 2022 sampai 2023, alat disewakan ke perusahaan sawit di luar daerah.
Dua alat berat yang dikelolanya dikerjasamakan wilayah Kotabaru salah satu perkebunan sawit.
Dari hasil penyewaaan alat tersebut, tahun 2022 Pendapatan Asli Daerah (PAD) lampaui target, pendapatan melebihi Rp 500 juta.
Sedangkan 2023, alat yang disewakannya kerap mengalami kendala, sering mengalami kerusakan dan sepertinya capaian target PAD yang didapat ada di bawah tahun sebelumnya.


