Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menyebutkan bahwa gerakan ini akan digelar secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh kelurahan.
“Kami mulai dari ASN, lalu menyasar masyarakat umum. Penimbangan dilakukan terbuka. Misalnya, sampah senilai Rp10 ribu akan mendapat bonus seperti sabun atau pakaian,” jelas Alive.
Barang-barang layak pakai yang tidak tersalurkan saat kegiatan akan diberikan kepada pemulung dan warga kurang mampu. Posko sedekah sampah juga tetap dibuka selama beberapa hari ke depan.
“Kami tidak membatasi waktu. Besok pun kalau ada yang ingin menyumbang, tetap kami terima,” ujarnya.
BACA JUGA : Jelang Liga 2, Stadion 17 Mei Banjarmasin Jalani Risk Assessment
Gerakan Sedekah Sampah merupakan bagian dari rangkaian kampanye lingkungan yang telah dimulai sebelum Idul Adha lalu, seperti kurban tanpa kantong plastik, penanaman pohon bersama Wakil Wali Kota, dan akan berlanjut dengan kegiatan pilah sampah dan tukar sembako pada 19 Juli mendatang.
“Kami ingin gerakan ini bukan seremoni tahunan, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat,” pungkas Alive.
Meski belum ditetapkan target tonase sampah, Pemkot Banjarmasin berharap inisiatif ini berdampak langsung dalam mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya di sungai dan kawasan permukiman.
Editor : Tim Redaksi


