lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemkab Balangan terus memperluas layanan digital di wilayahnya dengan membangun sembilan menara triangle di 2025. Langkah ini menjadi upaya konkret untuk mengatasi wilayah tanpa sinyal atau blank spot, terutama di daerah terpencil.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfosan) Balangan, M Nor, menyampaikan bahwa pembangunan menara tersebut merupakan bagian dari misi Bupati Abdul Hadi, dan Wakil Bupati Akhmad Fauzi dalam pengembangan infrastruktur berbasis digital.
“Untuk tahun ini kami anggarkan pembangunan sembilan menara. Fokus utamanya adalah mengatasi blank spot yang masih ada di sejumlah titik di Kabupaten Balangan,” ujarnya di Balangan, Rabu (16/7/2025).
Diketahui, menara akan dibangun di lokasi-lokasi strategis seperti kantor desa, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Meski jangkauan sinyal hanya sekitar 30 meter persegi, masyarakat tetap bisa mengakses internet dengan mendatangi titik-titik tersebut.
Baca Juga : Baznas Balangan Meriahkan Muharam 1447 H dengan Pawai-Santunan 200 Anak Yatim
Selain pembangunan dari anggaran pemerintah daerah, Pemkab Balangan juga mendapat dukungan dari penyedia layanan seluler berupa pembangunan dua menara Base Transceiver Station (BTS) di Desa Hamarung, Kecamatan Juai, dan Desa Tampang, Kecamatan Lampihong.
“Alhamdulillah, kita dapat dua BTS tahun ini. Di Tampang sudah dilakukan survei lapangan oleh Telkomsel, sementara untuk Hamarung dijadwalkan hari ini,” jelas M Nor.
Ia menambahkan, BTS memiliki jangkauan yang jauh lebih luas dibandingkan menara triangle, bahkan dapat melayani beberapa desa sekaligus. Oleh karena itu, kehadiran BTS sangat penting untuk membuka akses digital yang merata.
Pemkab Balangan juga terus mengajukan usulan pembangunan BTS ke berbagai provider. Namun, keputusan provider masih bergantung pada kepadatan penduduk di lokasi yang diajukan.
“Salah satu solusi yang kami ambil adalah pemerintah membangun menaranya terlebih dahulu, lalu provider tinggal memasang perangkat jaringan mereka di sana,” tambahnya.
M Nor menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk menuntaskan seluruh titik blank spot di Kabupaten Balangan, dengan mengandalkan kolaborasi bersama provider dan optimalisasi penggunaan APBD.
Editor : RIAN


