lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Peristiwa runtuhnya jembatan penghubung utama di kawasan Kampung Hijau, Kota Banjarmasin, menyebabkan belasan rumah warga kehilangan akses keluar-masuk.
Warga yang terdampak kini tidak hanya terisolasi secara fisik, namun juga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Sejak kejadian yang terjadi pada rabu pekan ini, warga setempat harus mengandalkan perahu darurat dan jalur alternatif seadanya. Meski telah ada upaya awal dari pihak terkait untuk menyediakan perahu dan membangun jalan darurat, kondisi tersebut belum sepenuhnya cukup menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami sangat kesulitan untuk mendapatkan sembako. Kalau tidak ada akses, bagaimana kami bisa memenuhi kebutuhan harian,” ungkap salah satu warga yang terdampak, Selasa (6/8/2025).
Warga pun mendesak agar pemerintah kota dan seluruh elemen daerah lainnya dapat bergotong-royong memberikan bantuan yang lebih menyeluruh, khususnya berupa logistik harian. Mereka berharap, selain fokus pada pembangunan jalan dan perahu darurat, bantuan bahan pokok juga menjadi prioritas hingga akses kembali normal.
“Selain bantuan mobilisasi, warga terdampak juga memerlukan adanya bantuan kemanusiaan berbentuk bahan pokok sehari-hari agar dapat meringankan kerugian serta ketakutan yang diakibatkan kejadian ini.” Sahut Rama salah satu kader HMI Cabang Banjarmasin yang meninjau langsung di lokasi.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya koordinasi lintas sektor di tingkat kota untuk bergerak cepat dan sigap dalam menghadapi bencana infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan warga.
Seluruh Elemen Pemerintah di Kota Banjarmasin diharapkan segera mengoordinasikan langkah taktis bersama BPBD, Dinas Sosial, TNI-Polri, dan organisasi masyarakat lainnya untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan di tengah krisis ini.
Penulis (ME/Ril)
Editor: CAN


