lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Sektor konstruksi Kalimantan Timur menghadapi tantangan serius. Dari total 147.736 pekerja konstruksi yang tercatat di BPS 2024, hanya 27.071 orang atau sekitar 18 persen yang berstatus kompeten dan bersertifikat.
Data itu mencuat dalam Forum Jasa Konstruksi Kaltim 2025 yang dibuka Gubernur H Rudy Mas’ud (Harum) di Pendopo Lamin Etam, Rabu (3/9/2025).
“Atas nama Pemprov, saya apresiasi forum ini sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi masyarakat jasa konstruksi. Apalagi Kaltim kini menjadi episentrum pembangunan nasional dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Harum.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur bukan hanya soal kuantitas, tetapi harus mengutamakan kualitas. Prinsip OTOBUS (On Time, On Budget, On Scope) menjadi komitmen Pemprov agar proyek tidak molor dan sesuai standar.
“Kita ingin infrastruktur dasar yang strategis dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Kepala DPUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menambahkan, forum ini menjadi ruang bagi masyarakat jasa konstruksi, asosiasi, perguruan tinggi, lembaga sertifikasi, hingga para tenaga kerja untuk menyamakan langkah.
“PR kita bersama adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Dengan begitu, proyek tepat sasaran dan kualitas infrastruktur di Kaltim benar-benar terjamin,” ujarnya.


