lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Alih-alih turun sesuai target nasional 14 persen, angka stunting di Kabupaten Banjar justru makin naik di era kepemimpinan Bupati H Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Said Idrus Al Habsyi.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) lewat Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat, prevalensi stunting di Banjar pada 2024 tembus 32,3 persen, naik 2,2 persen dibanding 2023 yang berada di angka 30,1 persen (berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia/SKI).
Padahal, anggaran yang digelontorkan untuk penanganan stunting juga ikut melonjak. Pada 2024, pagu anggarannya tembus Rp 139 miliar, dan naik lagi pada 2025 menjadi Rp 165 miliar. Dari jumlah itu, Dinas Kesehatan Banjar menyedot porsi terbesar: Rp 99 miliar pada 2024 dan Rp 90 miliar lebih di 2025.
Dengan tambahan anggaran sebesar itu, mestinya kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) sudah terlihat nyata, apalagi kini 2025 sudah masuk triwulan ketiga.
Sayangnya, upaya konfirmasi terkait mandeknya progres ini tak mendapat respons. Plt Kepala Dinas Kesehatan Banjar, Noripansyah, yang coba dihubungi lewat WhatsApp sejak Rabu (10/9/2025), hingga Kamis (11/9/2025) tak memberikan jawaban.
Editor : Rian


